KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan ada prioritas lain yang harus segera dituntaskan dalam menghadapi event olahraga besar dalam waktu dekat selain permasalahan carut marut permasalahan sepak bola nasional.

“Saat ini kami lagi berpikir bagaimana percepatan Satlak Prima. Masih banyak lagi yang harus diselesaikan,” kata Menpora saat bicara santai dengan Media di rumah dinasnya, Kompleks Widya Candra Jakarta pada Rabu (2/9) malam.

Selain Satlak Prima yang saat ini fokus dalam pemilihan ketua, prioritas yang harus segera dituntaskan adalah adanya dualisme kepengurusan cabang olahraga yang banyak terjadi pada pengurus besar cabang olahraga.

“Kemungkinan ada cabang olahraga yang harus di ‘PSSI’ kan dalam waktu dekat. Makanya kami mendorong untuk segera diselesaikan. Jika tidak, bisa saja pemerintah akan mengambilalih dan membantu menyelesaikannya,” seloroh pria kelahiran Bangkalan Madura itu.

Kejuaraan paling dekat yang harus diikuti oleh atlet Indonesia adalah lolos kualifikasi adalah Olimpiade Rio de Janeiro 2016, selain itu, Indonesia juga harus menghadapi SEA Games 2017 di Malaysia dan pada tahun berikutnya Indonesia akan mempunyai hajatan besar yaitu menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kondisi ini harus dipersiapkan dengan baik termasuk mencari dukungan dari pengurus besar cabang olahraga,” katanya lebih lanjut.

Terkait penyelesain persepakbolaan nasional, Menpora mengaku semuanya telah berjalan dengan baik dan salah satu langkahnya adalah dengan mengegelar kompetisi Piala Kemerdekaan yang kemudian diikuti dengan penyelenggaraan Presiden yang motori oleh Mahaka dan dalam waktu dekat akan menggelar turnamen piala Panglima TNI dan Kapolri.

“Semuanya sudah berjalan. Bola bergulir kembali, tidak ada lagi monopoli. Siapapun yang ingin menjadi operator tetap kita dorong,” tukasnya.

Dengan bergulirnya turnamen sepakbola, Menpora ingin membuktikan Nawacita yang didengunkan oleh Presiden Joko Widodo juga menggelam di kompetisi persepakbolaan nasional yang sebelumnya berhenti.

“Kedepannya kelompok umur akan kita kuatkan dengan lebih banyak menggelar kompetisi,” tandasnya. (Herwan)