KANALNEWS.co, Jakarta – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang menyatakan jalannya hak anggota di kebiri pada penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/7).

“Saat acara berlangsung, anggota tidak diberikan kesempatan bersuara menyampaikan pendapatnya dan langsung keputusan diambil begitu saja,” kata Umuh seusai acara.

Umumnya dalam suatu kongres menurut Umuh para peserta diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapatnya untuk pernyataan setuju atau tidak dengan komposisi yang ditawarkan oleh ketua kongres. “Harusnya dihitung dulu berapa banyak yang setuju, berapa yang tidak setuju, baru diputuskan. Tapi ini tidak, saat saya sampaikan usulan itu, belum ketahuan berapa yang setuju, tahu-tahu sudah langsung diumumkan hasil keputusannya,” keluhnya.

Karena kekecewaan itulah, Umuh yang semula berencana menyampaikan keluhannya akan penyelenggaraan Liga 1 memilih batal menyalurkan pendapatnya. “Padahal saya sudah bawa sejumlah bukti pertandingan-pertandingan Persib yang dirugikan karena kepemimpinan wasit. Saya sudah ‘capek’ kalau terus seperti ini,” katanya.

KLB PSSI yang dibuka pukul 19.30 WIB dan ditutup pada pukul 21.30 WIB. Menurut Umuh, agenda tersebut berlangsung lebih cepat dari perkiraannya.

Lain halnya dengan Presiden klub Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, berpendapat KLB PSSI telah berjalan dengan baik. “Keputusan pun kompak, tujuannya kami ingin sepak bola lebih baik,” ujarnya.

Nabil juga beranggapan pelaksanaan kongres kali ini berjalan lebih cepat dari rencana awal yang diagendakan berakhir pukul 22.00 WIB. “Kongres malam ini berjalan cukup cepat. Kami bisa lebih cepat istirahat,” ujarnya.

Nabil menilai komposisi Komite Pemilihan yang diketuai oleh Syarif Bastaman dan Komite Banding yang diketuai Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing telah sesuai. “Buat saya komposisi sudah sesuai, saya salah satu dari yang setuju,” katanya. (ANT)