KANALNEWS.co, Jakarta – Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, Jumat (19/10) siang, menanggapi pertandingan tim yang mengatasnamakan Timnas Indonesia melawan QCSA (Queensland Christian Soccer Association) yang digelar, Kamis (18/10) lalu.
QCSA merupakan tim perkumpulan remaja gereja yang didirikan secara independen sejak tahun 1961. Pada pertandingan yang dilangsungkan kemarin, Ponaryo Astaman dkk. menang telak 8-0.
“Jangan membawa nama bangsa, jika tujuan mempermalukan bangsa ini. Tindakan pihak yang mengatasnamakan Timnas Indonesia, membuat mereka mengkhianati pecinta sepakbola di Indonesia. Seharusnya mereka membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” kata Halim Mahfudz di kantor PSSI Senayan.
Dalam pertemuannya dengan AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, (18/10), Sekjen PSSI bertemu Sekjen AFC, Dato Alex Soosay dan Ketua AFC Task Force for Indonesia, Pangeran Abdullah.
“Saya bertemu mereka, dalam pertemuan itu dibahas mengenai Timnas Indonesia. Dato Alex Soosay mengatakan, tim yang mengaku-ngaku timnas Indonesia itu tidak diakui AFC. Mereka tidak bisa melakukan pertandingan di mana-mana,” kata Halim.
Halim Mahfudz menegaskan, berdasarkan keputusan rapat Joint Committe di Kuala Lumpur, Malaysia, 20 September lalu, ditegaskan bahwa timnas di bawah yuridiksi PSSI.
“Kalau ada dispute atau pertentangan maka diharmonisasikan oleh Joint Committe. Kalau pemain ditahan klub untuk tidak memperkuat timnas itu namanya bukan dispute, dan tidak ada yang dipertentangkan. Jadi pelatih tetap ditunjuk PSSI dan itu Nil Maizar,”tambahnya.*





































