KANALNEWS.co, London – Indonesia tidak menyisakan wakilnya di nomor ganda putri pada babak perempatfinal All England 2017 setelah dua pasangan putri Pelatnas Cipayung gagal dibabak kedua pada laga yang berlangsung di Brimingham Inggris, Kamis malam waktu setempat atau Jumat (10/3/2017) waktu Indonesia.

Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Apriani Rahayu kalah dari pasangan-pasangan Jepang.

Greysia/Rizki kalah dalam dua game langsung 22-24 dan 8-21 dari pasangan unggulan delapan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dalam permainan selama 41 menit.

Meski pada awal game pertama, Greysia/Rizki sempat memimpin perolehan poin hingga 17-14. Tapi, mereka saling beradu poin dengan Naoko/Kurumi pada akhir game pertama dan dipaksa merelakan game pertama 22-24. Kekalahan pada game pertama mempengaruhi pola permainan Greysia/Rizki di game kedua. Greysia/Rizki tidak mampu menahan laju wakil Negeri Sakura itu dan kalah 8-21.

“Kami tidak mampu bangkit menghadapi serangan-serangan lawan pada game kedua karena kepercayaan diri kami sudah hilang pada game pertama,” kata Greysia selepas pertandingan seperti dilaporkan situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Jakarta.

Greysia mengaku telah mencoba menenangkan diri dan menerima instruksi pelatih yang menemani di sisi lapangan agar fokus melakukan serangan balik atas lawan. “Serangan-serangan kami mudah terbaca oleh lawan. Kami juga bermain terburu-buru,” kata Rizki menambahkan.

Sementara pasangan ganda muda Pelatnas Cipayung Anggia/Apriani kalah dari pasangan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam tiga game melelahkan 21-14, 13-21 dan 11-21 pada laga yang berlangsung selama 62 menit.

“Kami mencoba terus menyerang lawan. Tapi, lawan mampu mempercepat tempo permainan setelah melakukan serangan balik ke kami. Kami seringkali bermain ragu-ragu saat mereka menyerang,” kata Anggia.

Anggia mengatakan komunikasi tidak menjadi masalah baginya bersama Apriani meskipun mereka adalah pasangan baru ganda putri pelatnas PBSI.

“Hanya mungkin soal rotasi di lapangan yang belum sempurna,” ujar Anggia.

Apriani mengatakan kelemahannya dari lawan terletak pada stamina dan kekuatan serangan yang kurang dibanding lawan. “Saya harus lebih melatih kekuatan tangan. Lawan juga bermain sangat ulet dan tidak mudah mati,” kata Apriani.

Sebelumnya pada pertandingan putaran pertama yang berlangsung Rabu (8/3), dua pasangan lain Merah-Putih harus angkat koper lebih awal.

Pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tiara Rosalia Nuraidah kalah dari ganda Denmark Julie Finne-Ipsen/Rikke Soby 20-22, 21-9, 18-21.

Kemudian, pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dipaksa menyerah oleh pemain unggulan pertama Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 15-21, 13-21. (Herwan)