KANALNEWS.co – Jakarta, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto mengapresiasi Pertamina Foundation dalam menggalakan program pembinaan sepak bola usia muda dan juga Liga Pertamina U-16 yang akan bergulir bulan depan.

“Saya yakin pembinaan sepak bola Indonesia akan terus berkembang  atas dukungan semua pihak,”ujar Djoko dalam acara  dialog Interaktif Arah Pembinaan Sepak Bola Indonesia di Pertamina Learning Centre, Simprug, Jakarta, Sabtu, (12/1/2013).

Djoko mengharapkan langkah Pertamina ini juga akan diikuti oleh BUMN lainnya yang menyisihkan sebagian dana Corporate Social Responbility (CSR)untuk meningkatkan prestasi dan perkembangan olahraga Indonesia, tidak hanya di sepakbola tapi juga cabang olahraga lainnya.

“Semoga akan semakin banyak BUMN yang peduli dengan perkembangan prestasi olahraga Indonesia,” katanya.

Direktur Pertamina Soccer School Hadi Rahmaddan menambahkan bahwa memang harus diakui sangat penting para pesepakbola muda untuk dibina dengan baik dan terstruktur agar menghasilkan kualitas pemain yang baik di masa depannya melalui sekolah sepak bola (SSB)

“ SSB menghadirkan bibit muda yang bisa memberikan kontribusi kepada bangsa untuk pembinaan sepak bola di masa yang akan dating,” ujarnya.

Menurut Hadi, berbagai hambatan dalam mengelola SSB adalah berlatih dan belajar adalah kunci dari pembinaan sepak bola usia muda. Selain para pemain dilatih dalam keterampilan sepak bolanya, mereka juga harus ditingkatkan kemampuan otaknya.

“Layaknya sekolah pada umumnya, SSB juga harus ada nilai dan data sebagai tolak ukur pembinaan dan prestasi,” katanya.

Keseimbangan ini yang harus dicapai dalam program pembinaan usia muda, jika kualitas fisik didukung dengan intelejensi yang baik maka akan menghasilkan pemain yang hebat.

“Selain kualitas fisik dan teknik, intelejensi juga penting. Ini akan menunjang keseimbangan skill mereka di lapangan. Bagaimana mereka bisa mengambil keputusan dengan baik dalam permainan dan berkreasi di lapangan ini pasti berpengaruh di dalam kualitas otak sang pemain,” tandasnya.

 

Penulis : Herwan PEbriansyah