Kanalnews.co, JAKARTA– Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengaku bangga dengan prestasi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dengan hadirnya Grand Desain Besar Olahraga Nasional, ia berharap masa depan olahraga Indonesia semakin cerah.
“Kita bersyukur bahwa atlet-atlet Indonesia telah bertarung mati-matian dan telah mengeluarkan segala kemampuannya untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Kita juga patut bersyukur bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bertanding dalam situasi pandemi yang tentu menjadi tantangan tersendiri,” kata Andreas Hugo dalam keterangan tertulisnya.
Bertanding di tengah pandemi, diakui Andreas bukan pekerjaan mudah bagi atlet. Sebab, politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menilai atlet harus tetap disiplin protokol kesehatan sambil fokus pertandingan.
“Dan yang paling spektakuler adalah kita sebagai bangsa bangga menyaksikan semangat juang yang luar biasa dari dua srikandi Bulutangkis Indonesia, Gresya Polii dan Aprilia Rahayu yang meraih medali emas,” katanya.
Selain itu, Andreas juga mengaku bangga dengan prestasi atlet belia angkat besi, Windy Cantika Aisah yang membuka perolehan medali untuk Indonesia dengan medali perunggunya.
“Juga tentu kita ucapkan terimakasih kepada semua atlet yang telah menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujarnya.
Andreas menilai dari segi perolehan medali di Olimpiade Tokyo mengalami peningkatan dari perolehan Olimpiade sebelumnya di Rio de Jeneiro. Namun dari segi peringkat raihan medali, Indonesia justru merosot dari peringkat 46 ke peringkat 54 atau keluar dari 50 besar.
Menurutnya, berdasarkan catatan, sejak pertama kali mengikuti olimpiade, Indonesia baru meraih medali perak pada olympiade Seoul tahun 1988. Sementara medali emas pertama kali diraih di olimpiade Barcelona 1992. Kemudian sejak itu hanya Bulutangkis yang berhasil menyumbang emas di olImpiade rata-rata 1 emas dengan puncaknya pada 1992 dengan 2 emas.
“Dari segi cabor, sejak keikutsertaan kita di olmpiade hanya baru 3 cabor yang menyumbang medali, Bulutangkis, 8 emas, 7 perak, 6 perunggu. Angkat Besi, 7 perak, 8 perunggu. Dan Panahan, 1 perak. Cabor selebihnya masih hanya sebatas sebagai partisipan dari olimpiade ke olimpiade,” ucapnya.
Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk nomor 4 terbanyak di dunia. Namun, dalam hal prestasi olahraga, harus diakui Indonesia masih jauh tertinggal dari banyak Negara-negara lain di dunia.
Oleh karena itu, butuh evaluasi total agar ke depannya Indonesia bisa lebih berprestasi. Negara harus mempunyai grand design pembinaan olahraga prestasi yang terstruktur, dan terlibat dalam pembinaan serta kompetisi.
Hal inilah yang tengah disusun Kemenpora dibawah pimpinan Menpora Amali bersama stakeholder olahraga.
“Ketiga, sebagaimana yang telah digembar-gemborkan oleh Menpora, negara harus membuat dan secara konsisten melaksanakan sebuah grand design olahraga prestasi untuk Indonesia. Dan dalam grand design tersebut harus ada pilihan berdasarkan latar belakang prestasi, cabor-cabor mana yang akan menjadi unggulan untuk target prestasi dunia, yakni olympiade,” pungkasnya.
“Hanya, dengan pendekatan ilmiah, dunia olahraga kita baru akan terdongkrak maju dalam prestasi internasional, prestasi olympiade. Belajarlah dari negara-negara yang prestasi olahraganya menjulang. Kitapun bisa, kalau kita mau,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada Olimpiade Tokyo 2021 Indonesia membawa pulang lima medali. Rinciannya adalah 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. (ads)





































