KANALNEWS.co –Jakarta, Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai kemacetan total yang terjadi di Jakarta dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional kota ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Yang pasti PDRB DKI akan terganggu, hitung saja PRDB DKI berapa dibagi 365 hari, jadi kalau terjadi pada hari kerja, maka PDRB pada 1 hari akan terganggu. Hal ini terjadi ketika tahun 2002 dan 2007 di mana kegiatan ekonomi lumpuh hampir seminggu,” ujarnya di Jaskarta, Senin (24/12/2012).
Jakarta sebagai kota penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia paling utama ini memiliki PDRB atas dasar harga berlaku DKI Jakarta pada 2011 sebesar Rp 982,5 triliun, sedangkan pada tahun 2010 sebesar Rp 862,1 triliun atau terjadi peningkatan sebesar Rp 120,5 triliun.
“Dengan demikian, jika dengan PDRB tahun lalu, maka PDRB Jakarta sehari hampir Rp 3 triliun. Jumlah inilah yang akan hilang jika Jakarta mengalami kelumpuhan akibat banjir dan macet,” tuturnya.
Andrinof mengaku untuk kejadian banjir dan mecet yang terjadi beberapa hari belakangan ini, belum begitu berdampak. Pasalnya, kejadian itu terjadi pada hari libur.
“Banjir dan hujan ekstrim ini kan terjadi di akhir pekan bukan hari kerja, jadi tidak berpengaruh pada transaksi yang terjadi dan penurunan produktivitas. Yang kemarin belum ke mal, kan sekarang ke mal-nya,” tandasnya. (DTC)
Penulis : Setiawan Hadi








































