KANALNEWS.co, Jakarta – Polisi masih mencari dalang di balik proyek penyebaran hoax dan ujaran kebencian Muslim Cyber Army (MCA). Saat ini Polisi memiliki keterangan yang diperoleh dari para tersangka yang ditangkap serta bukti-bukti lain dijadikan petunjuk.
Dari data temuan, Polri sejauh ini mengindikasikan berkelindannya kekuatan MCA dan Saracen. Meski struktur Saracen ditangkapi, jaringan mereka kini ada yang bergabung dengan MCA.
“Dari klaster Jatim, Jabar, dan Banten, terlihat bahwa di udara atau dunia maya pelakunya saling terhubung. Pelaku-pelaku yang tergabung dalam MCA itu juga tergabung dalam klaster X, ini adalah mantan Saracen,” kata Direktur Tindak Pidana Cyber Polri, Fadil Imran, di Jakarta.
Sejumlah tersangka yang ditangkap polisi mengaku bergerak sendiri. Tak terkait individu maupun kelompok tertentu.
“Tidak ada dana yang mengalir ke kami, baik perorangan ataupun organisasi, atau apapun itu, tidak ada,” kata salah satu tersangka Selasa (6/3/2018).
Diduga, pergerakan ini terstruktur dalam kelompok Muslim Cyber Army. Brigjen Fadil Imran mengungkapkan, yang paling besar adalah MCA United. Karena sifatnya yang terbuka, anggotanya mencapai ratusan ribu orang. Grup ini dikendalikan oleh 20 admin.
MCA United ini sebagai wadah menampung postingan dari member MCA yang berisi akun berita, video, gambar yang ditujukan untuk disebarluaskan.
Menurut informasi tim Cyber Moeslim Defeat Hoax yang sangat tertutup dan anggotanya lebih sedikit, hanya sekitar 100 orang. Tugasnya yakni menyeting isu tertentu kemudian menyebarkan ke publik untuk memenangkan opini.
“Isunya seperti menyerang parpol tertentu, kriminalisasi ulama, penyerangan ulama oleh orang gila, larangan azan, kebangkitan PKI, itu ada fase tahapan dan settingannya. Yang buat yang di belakang ini (enam tersangka),” kata Brigjen Fadil Imran.
Kelompok penyebar ujaran kebencian terstruktur ini juga memiliki tim sniper dengan 177 member. Grup tertutup dan rahasia ini berfungsi untuk mengidentifikasi akun-akun yang dianggap musuh untuk kemudian diretas atau di-take down.(mul)








































