Oleh: Rizky S.

KANALNEWS.co, Jakarta – Persaingan jenderal tampaknya masih kuat pada Pemilu Presiden 2014, seperti  tren hasil survei opini publik. Masyarakat menginginkan figur  berkarakter tegas, dan itu diasosiasikan dengan  kandidat berlatar belakang militer.

Lembaga Survei Nasional (LSN), seperti diungkapkan Peneliti LSN, Dipa Pradipta didampingi Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry, Senin (22/10), mengungkapkan, perang bintang diprediksi bakal berlangsung pada Pilpres 2014. Masyarakat masih mendambakan calon presiden dari kalangan TNI.

Sesuai survei, koresponden yang mencapai 1.230 orang di 33 provinsi di Indonesia, masih ingin presiden dari orang berlatar belakang militer. Survei dilaksanakan pada 10-24 Agustus lalu melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

Dipta lebih lanjut mengatakan, keinginan masyarakat memilih pemimpinnya dari figur berlatar belakang militer tak terlepas dari kondisi negara saat ini.  Ada dua isu besar yang menjengkelkan masyarakat, yakni kasus korupsi yang semakin merajalela, serta ketidakjelasan Presiden Yudhoyono dalam menanangi masalah-masalah nasional.

Berikut hasil survei yang menunjukkan, tingkat penerimaan masyarakat paling tinggi ada pada mantan Presiden Jusuf Kalla (62,0 persen), Prabowo Subianto (60,6 persen), Wiranto (58,0 persen), Sultan HB X (57,8) persen, Joko Widodo (56,4 persen), Megawati Soekarnoputri (47,7 persen, dan Aburizal Bakrie (41,4 persen).

Sedangkan elektabilitas, Prabowo menempati posisi teratas (20,1 persen), Jenderal  TNI Purn. Wiranto (12 persen), Jusuf Kalla (9,4 persen). Sedangkan Megawati (8,8 persen), Aburizal Bakrie (7,1 persen), Sultan HB-X (6,3 persen), Mahfud MD (5,8 persen), dan Joko Widodo (4,7 persen).

Namun, tingkat popularitas Megawati menempati yang teratas dengan 95,9 persen, disusul Jusuf Kalla (94,6 persen), lalu Wiranto (91,7 persen), Prabowo Subianto (87,1 persen), Aburizal Bakrie (84,6 persen), Sri Sultan HB-X (84,6 persen), dan Joko Widodo sebesar 80,8 persen.(ian)