Oleh: Herwan Pebriansyah

KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Negara Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) Marie Elka Pangestu, mengundang investor dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di kawasan wisata di Indonesia. Hal ini  sesuai  Rencana Induk Pengembangan Nasional (RIPPARNAS) yang menyebutkan ada 88 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dan 16 kawasan yang di prioritaskan untuk 3-5 tahun mendatang.

“Dengan berinvestasi untuk kawasan pariwisata maka bukan hanya hotel tapi juga daya tarik wisata yang lain juga akan dibangun,” kata Mari Pangestu dalam keterangan pers pada acara Indonesia Tourism Investment Day (ITID) 2012 di Jakarta, Senin (22/10).

Menurut Marie, Indonesia Tourism Investment Day 2012 hasil kerjsama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang  mengundang CEO, pengembang properti pariwisata di Indonesia, KADIN, serta investor dari negara-negara ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Saya menyambut baik tingginya minat investor untuk  berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia, kedepan investasi akan lebih diarahkan untuk kawasan pariwisata karena akan mendukung kualitas wisatawan,” katanya.

Dengan berinvestasi untuk kawasan pariwisata maka bukan hanya hotel, tapi juga daya tarik wisata yang lain juga akan dibangun. Cara seperti ini efektif untuk meningkatkan kualitas wisatawan karena dengan adanya kawasan pariwisata akan banyak daya tarik yang bisa mereka kunjungi.

“Pada akhirnya ini akan meningkatkan lama tinggal dan jumlah uang yang mereka belanjakan. Di samping itu komunitas di sekitar kawasan juga mendapatkan manfaat lain,” katanya.

Dalam ITID 2012 juga dipresentasikan potensi kawasan wisata Pemerintah Daerah antara lain MP3EI Bali-NTT, taman nasional, Pulau Kecil di NTB, Danau Toba, Bugam Raya Kalteng, Wangi-wangi Selteng, serta Lombok Tengah.

Sementara untuk kawasan pariwisata antara lain Mandalika NTB, Tanjung Lesung Banten, Lagoi Bay Kep. Riau, Belitung Babel, Sari Ater Jabar, Sentul Nirwana Resort Bogor, dan Teluk Mekaki NTT.

Hingga kuartal ketiga 2012, realisasi investasi untuk Penanaman Modal Asing di sektor pariwisata Indonesia telah mencapai Rp6,9 triliun atau naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2011 yang nilainya Rp2,422 triliun. Sementara untuk Pananaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga  September 2012 mencapai Rp860 miliar naik lebih dari 200 persen dibandingkan tahun lalu yang totalnya Rp394,2 miliar.

Pada forum ITID 2012 juga ditandatangani dua nota kesepahaman yakni antara PT Banten West Java (Tanjung Lesung Project) dengan Longlife Holding Co. Ltd. dan Damac Holding Co dan PT Bali Tourism Development Corporation (Mandalika Project) dengan PDAM Lombok Tengah dan PLN Pusat.

Selain itu juga ditandatangani pula Lease Agreement antara PT Bali Tourism Development Corporation dengan pihak Novotel Lombok.dengan nilai investasi Rp2 triliun dan terdiri dari rencana pembangunan dan pengembangan sarana akomodasi, marina dan senior citizen housing.*