KANALNEWS.co, Jakarta – Satu tim anggota Detasemen Bravo 90 Anti Teror, Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU  dibawah pimpinan Lettu. Psk. Anang K, serta satu Tim Pengendali Tempur dari Batalyon 461 Paskhasau dengan Komandan Regu Letda. Psk.Rizki Pampani, melaksanakan terjun payung free fall dengan ketinggian penerjunan 6000 Feet AGL, dengan sasaran penerjunan di area Lapangan Aeromodelling, Dirgantara III, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Para penerjun dari Den Bravo 90 Paskhas TNI-AU bersiap sebelum memasuki pesawat untuk melakukan latihan penerjunan
Menurut Lettu. Psk. Anang K , latihan penerjunan ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap Anggota Paskhas TNI-AU. Selain untuk melatih kemahiran dan mental individu namun juga untuk mengasah kemampuan infiltrasi udara. Penerjunan ini biasanya dilaksanakan pada ketinggian diatas dari 10000 Feet AGL.  Namun kali ini dilakukan pada ketinggian 6000 Feet AGL.

“Yang menantang dari kegiatan ini adalah kelengkapan yang harus dibawa oleh peterjun. Sebagai prajurit, senjata tetap dibawa kemanapun pasukan mendarat. Walaupun dalam tingkat kesulitan yang tinggi, sebab menggunakan jenis parasut tertentu, dalam latihan. Untuk formasi penerjunan kali ini menggunakan formasi one line, yang artinya follow the Leader”, ujar  Anang K menjelaskan.

Kegiatan latihan Terjun melibatkan  duapuluh delapan anggota, dari Den Bravo 90 Paskhas dan dari Batalyon 461 Paskhas dengan menggunakan pesawat CN-235 dengan number tail A-2302 dari Skadron Udara 2  yang diawaki oleh Capten-Pilot Mayor Pnb Destianto dan didampingi oleh Co-Pilot Letda Pnb Helmi. Ranoe Nirawan