KANALNEWS.co, Surabaya – Indonesia Police Watch menedesak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mencabut ijin, membatalkan serta membubarkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya yang akan berlangsung Sabtu 18 April besok.

“Tanda-tanda kericuhan, konflik, dan bentrokan massa di kongres itu sudah terlihat semalam Kamis (16/4) malam dengan dianiayanya salah satu pendiri Persebay 1927 Saleh Mukadar,” tegas Neta S Pane Presidium Police Watch, Jumat (17/04/2015).

Selain itu IPW mendesak agar Wakil Presiden Jusuf Kalla yang semula akan membuka Kongres PSSI sebaiknya membatalkannya. “Membuka sebuah kongres yang berpotensi ricuh dan bentrokan massa hanya mempermalukan kredibilitas Wakil Presiden,” katanya lebih lanjut.

Tanda-tanda kericuhan Kongres PSSI di Surabaya sudah terlihat saat diskusi tentang Persebaya Surabaya di stasiun televisi lokal di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Surabaya, Kamis malam berlangsung ricuh karena diserbu massa berseragam ormas tertentu. Selain merusak dan memukul pembicara, massa juga memaksa membubarkan acara.

Akibatnya ratusan bonek melakukan serangan balasan kepada para penyerbu. Selain itu para bonek juga mendatangi Polda Jatim untuk melaporkan penyerangan tersebut. Para bonek juga mengepung Hotel JW Marriott tempat acara kongres akan berlangsung.

Melihat kericuhan yang berpotensi pada kerusuhan massa itu, IPW mendesak Polda Jatim segera mencabut ijin Kongres PSSI dan membatalkan serta membubarkan kongres yang semula akan dibuka Wapres Jusuf Kalla itu.

“Pembubaran kongres itu merupakan tindakan prefentif agar keamanan dan situasi kamtibmas kota Surabaya terjaga dan berjalan kondusif dan aman, mengingat lokasi kongres berada di tengah tengah kota dan pusat perekonomian Surabaya,” imbuhnya.

PSSI dan panitia kongres diimbau agar memulangkan seluruh peserta kongres demi keamanan mereka, untuk kemudian nantinya PSSI memindahkan lokasi kongres ke tempat yang aman. PSSI, panitia, dan peserta Kongres PSSI harus menyadari bahwa olahraga dan sepakbola sangat syarat dengan nilai-nilai fairfly, sehingga sikap jiwa besar dan demi keamanan orang lain (masyarakat) harus menjadi pedoman, sehingga tidak mengedepankan arogansi, apalagi mengancam ketertiban masyarakat. (Herwan)