Foto tangkapan layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Pernyataan soal capres Anies Baswedan yang dilontarkan Ketum PSI Kaesang Pangarep dianggap bukanlah kode keras dukungan. Kaesang tak lebih hanya basa-basi.

Kaesang Pangarep sebelumnya ditanya terkait arah dukungan capres antara Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Namun, ia justru menyinggung nama Anies.

Lebih dekat ke Pak Prabowo atau Pak Ganjar?” tanya wartawan.

“Pak Anies nggak disebut?” jawab Kaesang.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai Kaesang tidak mungkin mendukung Anies. PSI dan Anies memiliki perbedaan ideologi yang tidak mungkin dipersatukan.

“Mustahil. Sampai kiamat pun tak mungkin terjadi. Kalau itu terjadi berarti ‘kiamat’ sudah dekat. Politik memang cair dan serba tidak mustahil. Tapi ada satu yang mustahil di dunia yaitu PSI dukung Anies,” kata Adi Prayitno.

“Secara ideologi berbeda. Sangat kontras. Itu terlihat dari pernyataan elite PSI yang sangat kelihatan anti-Anies sejak lama. Itu alasan prinsipnya,” ucapnya.

Menurutnya jawaban Kaesang tersebut hanya menghindari pertanyaan arah dukungan antara Prabowo dan Ganjar. Sebab, jika dia menjawab salah satunya, maka itu menjadi arah dukungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Itu sebagai upaya mengalihkan isu politik. Agar Kaesang tak ditodong pertanyaan yang jawabannya hitam putih. Ganjar atau Prabowo, jawabannya rumit. Karena Kaesang sudah dilihat sebagai kompas politik Jokowi,” katanya.

“Dalam konteks ini, Kaesang tidak bisa bebas nilai, tak bisa berdiri sendiri, di belakangnya ada Jokowi sebagai orang tuanya. Apapun pilihan politik Kaesang itu pasti diyakini publik sebagai arahan Jokowi,”

Dengan demikian, ia menduga pernyataan Kaesang soal Anies adalah sekadar basa-basi. Bukan lagi rahasia umum, PSI sangat anti dengan Anies.

“Bisa saja Kaesang hanya basa-basi politik karena sangat tak mungkin PSI dukung Anies. Sudah jadi rahasia umum PSI sangat alergi dengan Anies. Termasuk soal hubungan Jokowi dan Anies sejak lama tak baik-baik saja. Itu sudah jadi konsumsi harian rakyat. Tak perlu lagi ada yang ditutup-tutupi,” katanya menegaskan. (ads)