Foto Kanalnews.co

 

 

Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Tepat pukul enam pagi, gerbang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kraksaan berubah seperti panggung penyambutan. Bukan tamu penting yang datang, melainkan ratusan siswa yang disapa hangat oleh bapak dan ibu guru dengan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun, sebuah ritual yang mereka sebut 5S. Dari sinilah energi hari baru bagi siswa dimulai.

Kepala SMP Negeri 1 Kraksaan, Nur Nuhud, menyebut tradisi ini lebih dari sekadar rutinitas.

“Kami ingin anak-anak merasa sekolah itu ramah. Sambutan yang hangat setiap pagi bisa membuat mereka berangkat dengan penuh semangat belajar,” ujarnya.

Pukul tujuh, lonceng kegiatan berganti. Lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza berkumandang, memaksa setiap langkah berhenti sejenak untuk berdiri tegak memberi penghormatan. Setelah itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari tiap kelas. Jadwal tadarus bergilir, satu juz setiap kelas, menebarkan suasana religius sekaligus membiasakan kedisiplinan spiritual.

Bagi siswa yang membawa bekal, ada momen sederhana namun berkesan: DEWANDARU (Dengan Kawan Makan Bekal dari Rumah). Mereka duduk bersama di kelas, membuka kotak makan, dan berbagi cerita sambil menikmati bekal buatan rumah.

Foto Kanalnews.co

Tak kalah menarik, ada pula Senam Anak Indonesia Hebat. Musik diputar dari pusat, siswa mengikuti gerakan serentak di kelas atau teras. Senyum dan tawa mewarnai pagi sebelum masuk pelajaran.

Kesadaran lingkungan mendapat porsi khusus lewat PIRAMID (Piranti Makan dari Diri Sendiri). Saat belanja di kantin, siswa wajib membawa alat makan sendiri. Kantin pun bebas plastik, makanan yang disajikan sehat bergizi, bebas dari 5P (Pewarna, Pemanis, Pengawet, Perasa, Penyedap buatan).

Sikap religius kembali diteguhkan lewat sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah. Sementara program CLINK (Cetar Indah Lingkungan Sekolahku) menjadi kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan setiap pagi dan sore.

Menurut Nuhud, semua program itu disusun agar siswa tak hanya pintar di kelas, tetapi juga tumbuh berkarakter.

“Sekolah bukan sekadar tempat belajar teori. Kami membiasakan nilai-nilai hidup sehari-hari agar anak-anak terbentuk menjadi pribadi yang unggul, sehat, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia,” tegasnya. (Fafa)