KANALNEWS.co -Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pasokan bawang putih dan bawang merah di pasaran dalam negeri akan kembali normal pada akhir pekan ini.
Presiden menegaskan hal itu dalam pertemuan dengan jajaran pemimpin media massa yang tergabung dalam Forum Pemred, menurutnya, terjadi kesalahpahaman pemberian izin impor antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan sehingga petikemas-petikemas berisi bawang putih impor banyak yang tertahan di pelabuhan. Di sisi lain, berkurangnya pasokan bawang merah karena faktor musim.
“Saya perintahkan alirkan. Kalau bisa hari ini, hari ini (Jumat, 16/3). Besok, besok (Sabtu, 17/3). Kan sudah selesai urusannya. Mudah-mudahan segera bisa dialirkan. Kita masukkan ke pasar, supply and demand berubah dengan bagus,” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/3).
SBY mengaku, saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II bidang perekonomian, dirinya sempat memarahi Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Pertanian Suswono karena dinilai lamban mengatasi lonjakan harga bawang putih, bawang merah, dan daging sapi.
Sejak awal Maret 2013, terjadi kenaikan harga secara tidak wajar terhadap komoditas daging sapi, bawang merah, dan bawang putih di berbagai daerah di Tanah Air. Harga per kilogram (kg) daging sapi berkisar pada Rp 90 ribu-100 ribu per kg serta bawang putih dan bawang merah mencapai Rp 60 ribu per kg.
“Saya memang marah kemarin (Kamis, 14/3) karena urusan bawang merah dan bawang putih ini berhari-hari, kurang cepat, kurang konklusif, dan kurang nyata,” katanya.
Di sisi lain, Presiden mengatakan minimnya pasokan bawang merah karena faktor musim.
“Memang kalau bawang merah kita itu nett exporter, tapi ada season biasanya awal tahun memang kurang. Oleh karena itulah, kita impor sedikit. Tapi sepanjang tahun kita lebih banyak mengekspor. Nah, kalau bawang putih kita itu nett importer. Kita impor dari Tiongkok,” katanya.
Editor : Herwan Pebriansyah









































