KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pengembangan Pemuda menggelar rapat persiapan Pasukan Kirab Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional 2017 yang merupakan salah satu program unggulan kemenpora.

“Paskibraka Nasional adalah salah satu program unggulan Kemenpora yang perlu ditingkatkan kualitasnya dalam setiap tahun penyelenggaraannya,” kata pelaksana Tugas Deputi Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal saat membuka rapat bersama Pimpinan Pusat Purna Paskibraka Indonesia di lantai 3 Kemenpora Senayan Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Jonni menjelaskan pasukan Paskibraka adalah titik perhatian utama pada pengibaran Sang Saka Merah Putih sebagai simbol identitas bangsa yang dikenal dunia pada upacara kenegaraan peringatan kemerdekaan di Istana Negara setiap tanggal 17 Agustus.

“Kemenpora sebagai Leading sector sangat konsen dengan persiapan pembentukan Paskibraka ini yang menjadi urusan penyelenggara, pembina dan pelatih, masing-masing harus memahami tugas dan fungsinya dengan baik, saling bekerjasama, menyikapi perubahan-perubahan yang ada, bila ada permasalahan dipecahkan secara bersama-sama,” katanya lebih lanjut.

Ditengah krisis nasionalisme, ada yang menarik dalam rapat yang ditawarkan oleh Ketua Umum PP-PPI Gousta Feriza, menurutnya perlu suatu wadah untuk berkumpulnya kembali Paskibra seluruh Indonesia. Namun tidak sekedar dua orang perwakilan masing-masing provinsi tapi melibatkan seluruh pasukan demi mengelorakan semangat persatuan dan setia pada NKRI dengan mengobarkan nasionalisme dan patrotisme, sebagai puncaknya adalah berkumpulnya Paskibra seluruh Indonesia dalam Apel Akbar Kebangsaan.

“Apel Akbar Kebangsaan melibatkan anak-anak muda pilihan yang tergabung dalam Paskibraka Nasional dan Paskibra Daerah, nantinya dikonsentrasikan disuatu tempat dengan alternatif Monas atau Cibubur yang selama ini sebagai pusat pelatihan, atau bila memungkinkan dan diizinkan digelar di Istana Negara,” jelasnya.

Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan sebagai penanggung jawab  program menjelaskan tiga pola rekrutmen secara umum dengan menggunakan pola baku seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga Paskibraka tahun ini diharapkan semakin berkualitas.

Pertama, tahun ini diberikan kewenangan penuh kepada daerah untuk melakukan rekrutmen dan menentukan siapa yang dikirim menjadi perwakilan masing-masing provinsi.

Kedua, sebagai tradisi mengakhiri rangkaian kegiatan biasanya para Paskibraka menjadi Duta Wisata atau Duta Belia yang mempromosikan Indonesia ke luar negeri atau untuk yang tingkat daerah akan memperkenalkan daerah masing-masing ke wilayah Indonesia lainnya.

“Tahun ini kewenangan daerah diperkuat untuk menentukan pola rekrutmen hingga penentuan perwakilan untuk Paskibraka Nasional. Paskibraka merupakan produk, kebanggaan, dan salah satu program unggulan Kemenpora, merupakan gawe Indonesia yang harus kita sukseskan bersama,” jelas Ibnu.

Hadir pada rapat itu diantaranya Staf Ahli Bidang Politik Yuni Poerwanti, Sesdep Pemberdayaan Pemuda I Gusti Ngurah Bagus Sucitra,  Sesdep Pengembangan Pemuda Imam Gunawan, Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda Alman Hudri, dan jajaran PP-PPI. (Herwan)