KANALNEWS.co, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan ke pemerintah pusat tambahan kuota elpiji (LPG) untuk ukuran tiga kilogram seiring dengan semakin naiknya permintaan masyarakat pada tahun ini.
“Kami melihat untuk elpiji ukuran tabung tiga kilogram pada tahun ini mengalami kenaikan sekitar 30 persen,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (25/2/2015).
Gubernur mengatakan, jika sebelumnya kuota elpiji ukuran tabung tiga kilogram di Jateng pada 2014 sebanyak 222 juta tabung, maka pada tahun ini pihaknya sudah mengajukan tambahan ke pemerintah pusat menjadi 290 juta tabung dengan harga eceran tertinggi (HET) mulai 13 Februari 2015 naik dari Rp 12.750/tabung menjadi Rp 15.500/tabung.
“Saya mengimbau agar penyaluran dilakukan secara tertutup sehingga pengawasan bisa dilakukan secara optimal. Ini juga untuk memastikan HET yang berlaku, tidak ada teorinya kalau barang subsidi itu dihargai sesuai dengan pasar bebas,” katanya.
Mengenai keputusan tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Teguh Dwi Paryono mengaku hingga saat ini penyaluran elpiji tiga kilogram masih dilakukan secara terbuka. Meski demikian, pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait dengan sistem penyaluran agar bisa dilakukan perubahan sesuai dengan imbauan gubernur.
Sedangkan mengenai penetapan HET tersebut, Teguh mengatakan harga yang ditetapkan telah disesuaikan sehingga tidak ada disparitas terlalu tinggi antara elpiji subsidi dengan yang nonsubsidi.
Meski demikian, HET yang ditetapkan tersebut berbeda di masing-masing kota/kabupaten. Hal itu karena disesuaikan dengan daya beli masyarakat. (Setiawan)









































