KANALNEWS.co, Bandung – Panglima TNI Jenderal Moeldoko enggan mengomentari penunjukkan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai penggantinya oleh Presiden Joko Widodo

“Ya itu keputusan presiden, itu hak prerogatif beliau,” katanya di sela kunjungan kerja di Sekolah Calon Perwira TNI AD, Bandung, Rabu (10/6/2015).

Panglima juga menjelaskan, kata ‘dapat’ dalam pergiliran di pucuk pimpinan TNI itu bukan berarti harus. “Ini semua hak prerogatif presiden,” katanya menegaskan.

Alumnus Akademi Militer 1981 itu akan pensiun Agustus nanti dan DPR akan segera memasuki masa reses bulan ini.

Kemarin siang (9/6), Moeldoko mendadak dipanggil ke Istana Merdeka untuk menemui Jokowi, seusai meresmikan Komando Pasukan Khusus Gabungan TNI, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

“Pembicaraan kemarin tidak menyinggung masalah penggantian panglima TNI,” aku Moeldoko.

Semula, publik memperkirakan panglima baru TNI akan berasal dari TNI AU dan waktu penyerahan nama calon pejabat baru ini akan dilaksanakan setelah Lebaran. Sesuai kelaziman, Nurmantyo yang bekas komandan Komando Pendidikan TNI AD akan diuji kelayakan dan didengarkan visi dan misi oleh Komisi I DPR.  (Setiawan)