KANALENWS.co, Pekanbaru – Titik panas di wilayah Sumatera dilaporkan meningkat menjadi 65 titik dibandingkan dengan hari sebelumnya dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karlahut) sebesar 50 persen.
“Jika dibandingkan pantauan satelit pagi hari pukul 07.00 WIB, maka titik panas di sore ini pukul 16.00 WIB, justru mengalami lonjakan. Dari 14 titik dengan wilayah sebaran lima provinsi, jadi 65 titik dengan sembilan provinsi,” terang Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru , Sugarin di Pekanbaru, Senin (11/7/2016).
Wilayah di Provinsi Riau menjadi pusat konsentrasi sebaran titik panas dengan 28 titik dari sebelumnya di pagi hari enam titik, setelah beberapa hari pada pekan lalu berada di peringkat dua dan tiga untuk Sumatera, kemudian diikuti Sumatera Selatan yang menyumbang sembilan titik panas, kemudian Sumatera Utara dengan jumlah delapan titik serta wilayah Nanggroe Aceh Darussalam dan Jambi sama-sama memberi sumbangan lima titik panas .
Sementara Bangka Belitung menyumbang 18 titik panas, sedangkan wilayah Bengkulu, Lampung dan Sumatera Barat terpantau sama-sama memberi sumbangan dua titik panas.
“Ini berdasarkan pantauan satelit baik Terra maupun Aqua pada pukul 16.00 WIB, dengan level confident (tingkat kepercayaan) 50 persen terkait potensi karlahut di Sumatera,” katanya lebih lanjut.
Ia menjelaskan, 28 titik panas di Riau terjadi di empatkabupaten/kota di pesisir provinsi tersebut dengan wilayah kosentrasi titik panas berada di Rokan Hilir 20 titik, Bengkalis empat titik dan Dumai serta Kampar sama-sama menyumbang dua titik panas.
“Dari total 28 titik panas tersebut, terdapat 16 titik api atau berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan terutama di daerah lahan gambut dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen,” jelasnya.
Ke-16 titik api tersebut berada pada empat daerah yakni Rokan Hilir 12 titik tersebar di Kecamatan Bangko lima titik, lalu Kecamatan Pujud tiga titik, Kecamatan Batu Ampar dua titik dan Kecamatan Sinaboi serta Kecamatan Kubu masing-masing satu titik,
“Sisanya berada di Kecamatan Mandau, Bengkalis dua titik, Kecamatan Tampung, Kampar dan Kecamatan Bukit Kapur, Dumai masing-masing satu titik api,” jelas Sugarin. (Setiawan)









































