Kanalnews.co, JAKARTA- Polisi akhirnya menyampaikan informasi terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Wajah ADP ditemukan tertutup plastik yang kemudian dililit lakban.
“Perlu kami sampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik. Kemudian, terlilit lakban berwarna kuning,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).
Ia juga menyebut ADP ditemukan di atas tempat tidurnya dengan tertutup selimut.
“Kemudian, tertutup selimut. Korban di atas tempat tidurnya ditemukan menggunakan kaus dan celana pendek,” ujarnya.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian ADP. Kombes Ade Ary menyebut saat ini sudah memeriksa 15 orang saksi.
Ia memastikan Polda Metro Jaya berkomitmen menuntaskan kasus kematian diplomat Kemlu tersebut.
“Sampai saat ini penyelidik tidak menemukan hambatan. Kemudian, dengan senantiasa mengedepankan prinsip penyelidikan atau mengungkap berdasarkan scientific crime investigation,” kata dia.
“Maka penyelidik melakukan pemeriksaan dan kerja sama dengan beberapa ahli. Ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam mengungkap peristiwa agar akuntabel, profesional, proporsional, dan nanti hasil akhir dilaksanakan, dijelaskan secara transparan,” katanya.
Sempat ke Rooftop Kemlu
Polisi juga mengungkapkan jika ADP sempat berada di rooftop gedung Kemlu selama satu jam lebih.
“Maka diduga tanggal 7 Juli 2025, jam 21.43-23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit diduga korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemenlu,” kata Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Dalam rekaman CCTV, ADP terlihat membawa tas gendong dan tas belanja. Namun saat turun, tas tersebut tidak dibawanya.
“Kemudian penyelidik menemukan fakta berdasarkan pengamatan CCTV, korban naik membawa tas gendong dan tas belanja. Kemudian saat turun, korban sudah tidak membawa tas gendong dan belanja,” jelasnya.
Ade Ary menyebut polisi masih menyelidiki tujuan ADP ke rooftop.
“Masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta, kesesuaian, apa yang dilakukan korban di sana,” katanya. (ads)



































