Kanalnews.co, JAKARTA– Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto memberikan sorotan terhadap dugaan korupsi perhelatan Formula E.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan commitment fee Formula E sudah dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta sebelum anggaran disahkan. Dalam pemanggilan itu Prasetyo ditanya belasan pertanyaan terkait permasalahan anggaran Formula E.

Salah satu yang jadi sorotan ialah soal uang commitment fee yang ternyata sudah dibayar sebelum APBD Perubahan DKI 2019 disahkan.

“Jadi ada anggaran yang sebelum menjadi Perda APBD itu sudah ijon kepada Bank DKI, senilai Rp 180 miliar,” kata Prasetyo.

Hari Purwanto menyebut KPK harus serius menangani perkara yang sudah terang benderang ini.

“KPK harus buka secara tuntas, apakah praktik ijon di Bank DKI ini hanya untuk kasus Formula E atau jangan-jangan ini sudah menjadi praktik yang membudaya di DKI,” ujarnya. (RR)