KANALNEWS.co, Jakarta – Ratusan karyawan Danone Indonesia di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi  melakukan rangkaian kegiatan edukasi Gizi dan Hidrasi dalam Danone Volunteering Month (DVM) atau Bulan Kesukarelaan Danone pada bulan Juni. Aksi serupa juga dilakukan oleh karyawan Danone di seluruh dunia dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pemerintah lokal, PAUD dan organisasi kemasyarakatan.

Direktur Komunikasi Grup Danone di Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, rangkaian kegiatan yang dilakukan ini adalah salah satu bentuk aksi nyata kepeduliaan Danone untuk meningkatkan kesehatan dan kepeduliaan terhadap lingkungan sekitar. “Melalu kegiatan ini kami berharap menjadi pengalaman berharga bagi karyawan dan penerima manfaat,” kata Arif dalam pesan tertulis yang diterima Kanalnews.co, Rabu (21/6/2017).

Arif menambahkan bahwa dengan kegiatan DVM, karyawan juga dapat meningkatkan special skill  untuk memberikan edukasi terkait kesehatan dan lingkungan sehingga memberi rasa percaya diri dan kebanggaan tersendiri sebagai karyawan Danone.

DVM adalah  program yang mendorong karyawan untuk berkontribusi ke komunitas sekitar melalui kegiatan sosial yang positif dan dilakukan serempak oleh perusahaan Danone di berbagai Negara setiap tahunnya. Dalam program ini, Danone melibatkan karyawannya menjadi sukarelawan untuk berkontribusi langsung dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar sebagai salah satu bentuk perwujudan misi Perusahaan.

Tahun ini adalah kedua kalinya DVM diselenggarakan dengan mengangkat tema “We are here to help”. Dan salah satu aksi sosial yang menarik dalam rangkaian DVM berlangsung di Berastagi, Sumatra Utara. Dalam kegiatan itu karyawan membuat Home Schooling dan Trauma Healing bagi Pelajar Tingkat Dasar Pengungsi Erupsi Gunung Api Sinabung.

Kegiatan ini ditujukan  khusus bagi anak-anak yang berada di posko pengungsian untuk memperbaiki kondisi mental akibat bencana alam yang mereka hadapi. Selain itu aksi sosial di posko pengungsian juga meliputi pemberian makanan sehat untuk anak-anak pengungsi, serta edukasi terkait pembuatan lubang biopori guna menuju Indonesia yang lebih sehat.

Sementara Danoners di Klaten, Jawa Tengah, berupaya meningkatkan pemahaman akan pentingnya pangan sehat untuk anak usia dini dan penggunaan pangan lokal pada tenaga pendidik dan orang tua melalui talkshow bersama para ahli. Danoners pun menyiapkan sebuah sandiwara boneka yang menghibur untuk mempermudah penyampaian konsep gizi dan pangan sehat untuk anak usia dini. Sedangkan di Mambal, Bali, Danoners memberikan edukasi hidup bersih dan sehat kepada anak-anak SD dan SLTP. Edukasi yang diberikan meliputi pemilhan sampah, cuci tangan menggunakan sabun serta edukasi pentingnya pemenuhan hidrasi pada anak-anak.

Rangkaian kegiatan DVM terinspirasi oleh komitmen Danone untuk memimpin Revolusi Pangan atau Alimentation Revolution dengan mendukung masyarakat untuk mengubah pola makan dan minum yang lebih sehat untuk masa depan yang lebih baik. Danone Manifesto ini diimplementasikan dalam program keberlanjutan Perusahaan yang juga disesuaikan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Sebelumnya pada Juni tahun lalu, Grup Danone di Indonesia melakukan aksi edukasi lingkungan dan gizi serta hidrasi bertempat di Komplek Taman Sari, Yogyakarta dan Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat.  Kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan komunitas diisi dengan kegiatan workshop daur ulang, pembuatan tanaman hidroponik dan makanan sehat serta aksi pembuatan lubang biopori, bersih-bersih lingkungan  dan edukasi gizi untuk masyarakat. (Herwan)