Kanalnews.co, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru saja meluncurkan integrasi QR Code aplikasi PeduliLindungi ke aplikasi mitra lain. Ada 50 aplikasi yang akan diimplementasikan.

Dilansir dari keterangan Kemenkes pada Jumat (8/10), 50 aplikasi mitra tersebut di antaranya Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Living Mandiri, Cinema XXI, Link Aja, Goers, Jaki, Shopee, BNI Mobile, Loket.com, dan Mcash. Selain itu, ada 35 aplikasi mitra lainnya yang saat ini sedang dilakukan uji coba menggunakan PeduliLindungi.

Integrasi QR Code PeduliLindungi ini adalah dalam rangka memperluas cakupan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Sejak awal Juli hingga sekarang, sudah lebih dari 73 juta penggunaan serta lebih dari 25.000 merchants yang tergabung. Ke depannya, diharapkan akan terus bertambah lagi.

Diketahui, implementasi PeduliLindungi awalnya hanya digunakan di beberapa tempat ataupun sarana publik seperti industri transportasi, pariwisata, dan kantor. Namun, saat ini sedang diujicobakan untuk di lingkungan sekolah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk tiga fungsi utama dalam penanganan pandemi COVID-19, yakni skrining, tracing, dan implementasi protokol kesehatan. “Dengan demikian, semua aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat dapat diketahui status kesehatannya khususnya berkaitan dengan status vaksinasi dan status swab test,” kata Menkes Budi pada Kamis (7/10).

Budi menuturkan, aplikasi PeduliLindungi secara agresif dan bertahap telah diimplementasikan ke enam aktivitas utama. Di antara lain, perdagangan, transportasi, pariwisata, bekerja, pendidikan, dan keagamaan.

Sementara itu, Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, sistem keamanan data aplikasi PeduliLindungi saat ini terus ditingkatkan. Ia memastikan tak ada data pribadi yang disimpan dalam mitra platform. Sistem PeduliLindungi, ungkapnya, hanya memberikan kode informasi untuk kategori warna.

Sedangkan untuk keluhan jika data vaksinasi tidak tersedia di aplikasi PeduliLindungi, ia menyarankan pengguna terlebih dahulu mengakses website PeduliLindungi. Namun, jika data vaksinasi masih tidak muncul, disarankan untuk mengirim e-mail ke sertifikat@pedulilindungi.id

“Diharapkan dengan adanya integrasi QR Code PeduliLindungi ini akan mencegah penyebarluasan COVID-19. Terima kasih buat para mitra yang telah mendukung kegiatan ini,” kata Setiaji. (Kin)