Kapolres

Foto Kanalnews.co

Kanalnews.co;PROBOLINGGO – Tanpa seremoni berlebihan, apel jam pimpinan di lapangan Mapolres Probolinggo, Senin (3/11/2025) pagi, menjadi ajang sederhana untuk memberi ruang pada kerja nyata. Di hadapan jajaran anggota dan ASN, Kapolsek Krejengan IPTU Miftahol Rahman, S.H., M.H. menerima penghargaan atas respon cepat dan koordinasi solidnya dalam menangani kasus begal di wilayahnya.

Apel berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.00 WIB dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. Turut hadir para pejabat utama (PJU), anggota Polres, ASN, serta masyarakat penerima penghargaan.

Selain IPTU Miftahol Rahman, penerima penghargaan lainnya yakni:

AIPTU Dadang Prianto, anggota Polsek Krejengan

AIPTU Akhmad Haerudin, Ps. Kanit Binmas Polsek Krejengan

AIPDA Ali Yunus, S.H., Ps. Kanit Reskrim Polsek Krejengan

Nurul Huda, Kepala Desa Krejengan

Mohammad Najib Affandi, masyarakat umum

Danil Azizir Rozikin, masyarakat umum

Yuliana Novita Sari, masyarakat umum

Usai menerima penghargaan, IPTU Miftahol Rahman menegaskan bahwa yang ia dan tim lakukan hanyalah bagian dari tugas sehari-hari, bukan sesuatu yang luar biasa.

“Alhamdulillah, dengan kejadian begal itu anggota kami quick response, menangani cepat terkait kasus begal. Kemudian Alhamdulillah kami juga mendapatkan satu unit sepeda motor dari hasil korban begal yang ditemukan di Dusun Gading, Desa Wonerjo. Jadi kami dan anggota berusaha bersama-sama dengan lapisan masyarakat, kompak untuk memberantas kasus begal,” ujarnya.

Ia berharap, penghargaan tersebut tidak membuat jajarannya berpuas diri, melainkan menjadi pengingat bahwa kerja kepolisian tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan warga.

“Kami berharap ke depan kekompakan ini terus terjaga. Tidak hanya saat ada kejadian, tapi menjadi budaya bersama dalam menciptakan rasa aman di lingkungan kita,” katanya.

Kegiatan apel berjalan sederhana dan tertib. Tidak ada simbol kemewahan, hanya suasana yang tenang dan hangat — cukup untuk mengingatkan bahwa penghargaan sejati bukan soal seremoni, tapi tentang kepercayaan yang lahir dari kerja yang bisa dirasakan masyarakat. (Fafa)