Foto : Gedung KPK Jakarta

Kanalnews.co, JAKARTA– Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi, mengaku trauma karena dibentak oleh penyidik KPK. Lembaga Antirasuah itu siap menunjukkan CCTV.

Kusnadi sebelumnya dipanggil oleh KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 yang menjerat Harun Masiku. pada Kamis (13/6). Namun yang bersangkutan tak hadir karena mengaku masih trauma karena dibentak oleh pihak penyidik.

“Ya nanti kan diuji, kan dilaporkan juga, nanti kan diuji. Ini kan ada CCTV-nya, nanti kan bisa dilihat. Kita kan diuji di Komnas HAM, diuji tadi di Dewas, kemudian di yang lainnya,” ujar Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/6).

“Jadi kami berterima kasih, justru itu adalah kesempatan bagi kami untuk mempertanggungjawabkan apa yang kami laksanakan, proses yang kami lakukan,” kata Asep.

Ia menegaskan alasan KPK memanggil Kusnadi untuk diperiksa sebagai saksi untuk diklarifikasi terkait barang yang telah disita KPK.

“Sebetulnya kepentingan kami memanggil pak KS [red, Kusnadi] ini karena kan memang juga ada barangnya yang kami sita juga dari yang bersangkutan kalau tidak salah. Dan itu akan ditanyakan, artinya akan diklarifikasi terhadap apa yang ada di dalamnya,” ungkap Asep.

Terkait fasilitas di KPK, Asep menyebut kamera CCTV hingga AC sentral yang tak bisa diatur tiba-tiba. KPK juga memberikan waktu istirahat bagi saksi atau bahkan tersangka dalam proses pemeriksaan.

“Terkait dengan fasilitas yang ada di sini, di sini juga dilengkapi dengan kamera ya, CCTV, kemudian juga di sini dilengkapi dengan AC, ACnya juga di sini sentral gitu kan, kami enggak bisa mengubah-ubah gitu ya. Jadi itu semuanya untuk kenyamanan yang hadir di sini, termasuk juga para saksi,” beber Asep. (ads)