AFP

Kanalnews.co, KABUL-  Banyak yang bertanya-tanya siapakah Taliban yang saat ini menguasai Afghanistan. Setelah 20 tahun ‘lenyap’ Taliban kini eksis kembali.

Taliban sukses menginjakkan kakinya di ibu kota Afghanistan, Kabul. Bahkan sang presiden Ashraf Ghani telah melarikan diri.

Lantas siapakah sebenarnya Taliban itu?

Seperti dilansir ABC News, Rabu (18/8/2021), Taliban atau yang diartikan sebagai “mahasiswa” dalam bahasa Indonesia diyakini merupakan kelompok ekstremis Islam di Afghanistan.

Kelompok tersebut bermula saat pejuang Mujahidin yang didukung Amerika Serikat gerilyawan Islam fundamentalis, yang memerangi Uni Soviet di Afghanistan pada 1970-an dan 1980-an. Taliban pun sukses melakukan perebutan wilayah Afghanistan.

Pada prosesnya tahun 1996, Taliban akhirnya menguasai Afghanistan. Namun di bawah Taliban, pemerintahan Afghanistan kerap melakukan tindakan brutal, menindas hak-hak perempuan, dan bersekutu dengan teroris.

Namun pada 2001 tepatnya usai serangan 11 September, koalisi negara-negara barat melakukan invasi untuk menggulingkan rezim Taliban. Tak menyerah, Taliban mengendalikan daerah pedalaman terutama dari etnis Pashtun di selatan dan timur Afghanistan.

Setelah 20 tahun berlalu, Taliban muncul dan mulai melakukan serangan dan kini menguasai Kabul. Akankah Taliban menerapkan gaya kepimimpinan seperti di masa lalu?

Seperti dilansir ABC News, saat Taliban menguasai Afghanistan pada 1996-2001, Taliban memberlakukan berbagai hukum Islam esktrem bagi para warganya. Salah satunya terhadap perempuan, mulai dari larangan keluar rumah tanpa muhrimnya, diharuskan mengenakan burqa yang menutup wajah hingga ujung kaki, dilarang bekerja dan anak perempuan dilarang mengenyam pendidikan.

Tak hanya itu, musik dan televisi yang tidak sesuai dengan ajaran islam dilarang. Bahkan Taliban tak segan melakukan hukuman fisik seperti potong tangan bagi pencuri, hukum cambuk dan rajam sampai mati di depan umum bagi orang yang melakukan perzinahan juga diberlakukan.

Taliban bahkan menghancurkan patung Budha Bamiyan yang berusia 1.500 tahun. Mereka menganggap musyrik.

Namun kini, Taliban sudah berjanji akan menerapkan gaya berbeda. Tak ada misi balas dendam, Taliban juga mempersilakan perempuan menempuh pendidikan dan bekerja dengan syariat Islam. (ads)