
Kanalnews.co, JAKARTA- Polisi memutuskan mematikan sementara lampu merah di lokasi kecelakaan maut truk Pertamina dan menutup U-turn. Polisi ingin mencari tahu siapa yang memasang lampu merah tersebut.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Usman menjelaskan penutupan lampu merah tersebut karena dinilai tidak tepat. Lampu merah tersebut berada area turunan.
“Tentunya dengan situasi saat ini lampu sudah kita matikan, dalam artian kita menggunakan lampu hazard. Karena untuk sementara penilaian kami di lapangan, memang ini jalan tidak boleh ada hambatan karena ini turunan,” kata Kombes Usman.
“Sementara juga U-Turn juga sudah kami tutup. Kami akan usulkan untuk diusulkan secara permanen. Nanti akan kita diskusikan dengan semua dari CBD dan Dishub ini,” dia menambahkan.
Kepolisian juga disebutnya akan mencari tahu terkait pemasangan lampu merah dan dibukanya U-turn tersebut.
“Kami juga akan meminta semua keterangan. Kapan pemasangan lampu merah ini, kapan pembukaan daripada U-Turn,” katanya.
Sebelumnya, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin (18/7). Ada 10 orang yang tewas dan lima korban luka akibat kecelakaan itu.
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan. Dugaan sementara kecelakaan itu disebabkan karena rem truk Pertamina blong. (ads)


































