Kanalnews.co, JAKARTA– Lonjakan pasien Covid-19 belum juga mereda.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menyebut pembatasan mobilitas atau PSBB harus diperketat.

“Ini (RS rujukan) semuanya sudah penuh, apa yang harus dilakukan pemerintah kami berharap sekali pengurangan pasien Covid-19 dengan cara PSBB diperketat lagi seperti awal pandemi,” kata Slamet dalam diskusi secara virtual, Selasa (29/6/2021).

Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan pembatasan dengan menerapkan PPKM. Presiden RI Joko Widodo menyebut PSBB atau PPKM memiliki esensi yang sama, sama-sama membatasi mobilitas.

Slamet mengatakan, apabila PSBB tidak bisa dikakukan, pemerintah bisa memodifikasi sehingga aktivitas masyarakat di luar rumah tetap dapat berkurang.

“Misalnya orang kerja dari kantor 25 persen, nah ini dikurangi juga jam kerjanya dengan begitu mengurangi pasien yang masuk ke rumah sakit, prinsipnya virus itu kalau tidak ada mobilitas ya berhenti,” ujarnya.

Tak hanya itu, Slamet mendukung agar pemerintah daerah (Pemda) membuka rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat untuk mengurai penumpukan pasien Covid-19.

“Bebas mau RS lapangan atau RS darurat, yang penting bisa cepat,” kata dia.

Ledakan kasus Covid-19 terus terjadi menyusul adanya varian baru Delta yang berasal dari India. Akibatnya, sejumlah RS kewalahan menangani pasien Covid-19.

Di Ibu Kota Jakarta, sebanyak 93 persen dari total tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19 sudah terisi. Sementara 87 persen tempat tidur di ruang ICU juga telah digunakan.

Terdapat sebanyak 62.126 kasus aktif di Jakarta saat ini, di mana penderitanya harus menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri.

Secara total, Jakarta sudah mencatatkan 528.409 kasus sejak Maret 2020 lalu, 457.935 di antaranya sembuh dan 8.348 lainnya meninggal dunia.