Foto NasDem

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Ketua DPP NasDem Willy Aditya tak ambil pusing dengan bergabungnya Golkar dan PAN ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Ia justru khawatir koalisi gemuk lebih rentan penyakit.

“Bagi kita bahwasannya koalisi besar itu tidak menjadi jaminan. Kadang-kadang yang obesitas banyak penyakitnya,” ujar Willy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Ia membandingkan dengan koalisi partai politik (parpol) pengusung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 dan koalisi pendukung Presiden Joko Widodo pada 2014. Keduanya sama-sama minim dukungan, tapi bisa menang.

“Toh Pak Jokowi berangkat 2014 dengan koalisi yang minimalis, Pak SBY juga berangkat dengan koalisi yang minimalis,” katanya.

Namun demikian, Koalisi Perubahan untuk Persatuan tetap mempersiapkan diri menghadapi persaingan jelang Pilpres 2024. Koalisi pendukung capres Anies Baswedan bakal menggelar rapat konsolidadi di Pacitan, Jawa Timur, pada 18 Agustus 2023.

“Tapi kita akan rapat tanggal 18. Baru rapat. Karena apa? Ada acara juga di Pacitan. mungkin setelah Pacitan kita akan konsolidasi lebih besar,” katanya.

Sebelumnya, Golkar dan PAN mendeklarasikan dukungannya kepada capres Prabowo. Dengan demikian, Prabowo didukung oleh empat partai yang berada di parlemen, yaitu Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar, dan PAN serta satu partai non parlemen PBB. (ads)