KANALNEWS.CO., Jakarta – PP Persatuan Renang Seluruh Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di antara para atlet renang dengan mengeluarkan surat imbauan larangan melakukan aktivitas di kolam renang.
Melalui surat no. 110/SJN/IV/2020 tertanggal 21 April yang ditandatangani Sekjen PP PRSI, Ali Patiwiri, PRSI meminta seluruh insan akuatik termasuk Pengprov serta atlet individu untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan latihan renang dan kegiatan akuatik lainnya secara berkumpul di fasilitas umum.
“PRSI mempunyai kewajiban mendukung program pemerintah sekaligus melindungi segenap anggotanya melalui ptotokol yang dikeluarkan pemerintah,” kata Ali Patiwiri saat dihubungi, Rabu (22/04/2020).
Menurut Ali Patiwiri, surat ini memiliki kekuatan sanksi apabila ada perkumpulan atau pun individual atket yang melanggar. “Tentunya kalau ada Pengprov, Pengkab yang masih memaksakan atletnya utnuk tetap latihan secara berkelompok dan di tempat umum, akan kami beri sanksi sesuai aturan yang ada di PRSI,” ungkap Ali Patiwiri.
Sementara untuk atlet, Ali Patiwiri mengaku belum mengetahui apakah sanksi yang akan diberikan juga menyangkut hingga pencabutan Nomorf Induk Start (NIS) atlet bersangkutan. “Kita lihat saja nanti, ada dewan kode etik dan disiplin yang akan menentukan sampai di mana pelanggaran yang mereka lakukan,” ungkapnya.
Ali Patiwiri mengaku juga belum menerima laporan untuk menanggapi rumor yang menyebut adanya perkumpulan renang serta Pengprov yang masih melakukan latihan di Jakarta secara bersama pada dini hari. “Kami belum terima laporannya. Mungkin saja mereka belum menerima surat edaran dari kami,” kata Ali Patiwiri lagi.
Sementara itu, PP PRSI sendiri berencana menyiarkan acara untuk mengenang wafatnya atlet legendaris Lukman Niode dalam tayangan “A Legacy to Continue” secara live streaming melalui youtube.com/renangindonesia. Acara ini akan tayang Kamis, 23 April 2020 pukul 9.00-12.00 WIB. Acara ini akan berisi testimoni tentang jejak langkah Lukman Niode sejak menjadi atlet nasional (1977-1993), student athlete di AS, kiprahnya di organisasi renang nasional dan dunia serta pada gerakan IOA (Indonesia Olympian Association).
Lukman Niode pernah merajai kolam renang Indonesia dan Asia Tenggara antara 1977-1985, meraih medali perunggu Asian Games serta masuk semifinal Olimpiade Los Angeles 1984. Setelah pensiun, ia pernah menjadi ketua umum PRSI Pengprov DKI Jakarta serta menjadi pelatih nasional.
Lukman Niode yang biasa dipanggil Luki meninggal dunia di RS Pelni Jakarta pada Jumat (17/04/2020) dengan dugaan terpapar Covid-19. Ia meninggal dalam usia 56 tahun dan dimakamkan di taman Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (Tjahjo)



































