Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Partai Pengusung cagub dan cawagub Pramono Anung-Rano Karno, PDIP, enggan jemawa melihat hasil elektabilitas calonnya yang unggul di Pilgub Jakarta. Namun PDIP optimistis elektabilitas Paslon nomor urut 3 itu akan naik terus.

“Pada prinsipnya kami bersyukur dan kami melihat justru tren kenaikan ini tidak akan berhenti sampai di sini, ini akan naik terus sampai di hari pemilihan nanti, karena masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihan ada sekian persen, bisa dicek lagi nanti hasil survei,” kata Juru bicara PDIP, Chico Hakim.

Ia tak menampik tingginya elektabilitas tersebut karena popularitas Rano Karno ‘Si Doel’. Kedua pasangan itu saling melengkapi.

“Belum dikenalnya Mas Pram saja surveinya sudah menunjukkan keunggulan dan ini tentu juga dibantu oleh popularitas dan elektabilitas dari Bang Doel,” ungkapnya.

“Artinya ini adalah betul-betul pertarungan oleh pihak kami yang sering disebut sebagai dwitunggal, yang juga saling melengkapi baik itu dalam kompetensi tapi juga dalam elektabilitas,” katanya.

Meski demikian, Chico menegaskan PDIP tidak akan terlena melihat angka-angka tersebut. Pramono-Rano Karno akan fokus untuk gencar melakukan kampanye yang kreatif dan positif.

“Kami tidak akan jumawa berusaha untuk tidak lengah dan tetap fokus sesuai jalur yang telah kita tetapkan dalam kampanye dan sesuai strategi-strategi yang telah kita siapkan bahkan akan dua kali lebih semangat lagi,” ujarnya.

“Karena hasil survei yamg menggembirakan dan kami yakin ini adalah satu hasil survei yang akan disusul dengan hasil-hasil survei lain yang kredibel, tentunya kami yakin juga akan kurang lebih menunjukkan angka-angka yang serupa,” dia menambahkan.

Sebelumnya, LSI merilis elektabilitas terkini calon Gubernur-calon Wagub di Pilkada Jakarta. Hasilnya cukup mengejutkan, Pramono Anung-Rano Karno unggul dengan angka 41,6 persen menyalip paslon Ridwan Kamil-Suswono.

Berikut ini hasil survei elektabilitas LSI di Pilgub Jakarta:

1. Ridwan Kamil-Suswono (RIDO): 37,4%
2. Dharma Pongrekun-Kun Wardhana: 6,6%
3. Pramono Anung-Rano Karno: 41,6%

Tidak tahu/tidak jawab: 14,4%