Kanalnews.co, TOKYO- Indonesia kembali menambah medali di Olimpiade Tokyo 2020. Setelah Eko Yuli Irawan meraih medali perak di cabor angkat besi nomor 61 Kilogram putra.

Lifter 32 tahun tersebut mencatatkan total angkatan seberat 302 Kilogram, dengan angkatan snatch 137 kilogram dan cleand and jerk 165 kilogram.

Eko Yuli membuka angkatan snatch pertama dengan 137 kilogram dan sukses. Di angkatan kedua, Eko menambah 4 Kilogram menjadi 141 Kg. Namun, dia gagal. Eko kemudian mencoba lagi dan gagal di angkatan ketiga, hanya 137 kg.

Selisih di snatch harus ditutupi olehnya di nomor clean and jerk. Eko Yuli membuka angkatan awal di clean and jerk dengan 165 kilogram dan berhasil mengangkatnya meskipun sempat terlihat goyang.

Sementara di angkatan kedua gagal dengan 177 kilogram. Di angkatan ketiga, atlet kelahiran Lampung itu gagal.

Untuk peraih emas direbut oleh Fabin dari China. Dia dari awal sudah menunjukkan rekor angkatan yang bagus dengan total 313 kilogram.

Li Fabin gagal di 137 kilogram pertama. Namun di angkatan kedua dia berhasil dan menutup angkatan ketiga dengan 141 kilogram.

Pesaing Eko Li Fabin langsung mengangkat 166 kilogram dan berhasil melampaui angkatan Eko Yuli. Dia kemudian membuat angkatan seberat 172 kilogram dan berhasil menegaskan medali emas.

Li Fabin juga memecahkan rekor Olimpiade di total angkatan dengan 313 kilogram. Dia juga mencatatkan rekor angkatan clean and jerk dengan 172 kilogram.

Sementara itu, perunggu didapatkan oleh lifter Kazakhstan dengan total angkatan 294 kilogram (131 kilogram dan 163 kilogram).

Sejauh ini sudah dua medali dipersembahkan oleh angkat besi, perunggu melalui Windy Cantika dan perak dan Eko Yuli.