
Kanalnews.co, JAKARTA– Polres Pulau Taliabu terus melakukan penyelidikan terkait penyebab meledaknya speedboat yang membawa calon gubernur Maluku Utara nomor urut 4 Benny Laos. Dugaan sementara kapal meledak karena mesin menyala saat mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo menjelaskan kapal sempat mengisi BBM sebelum Benny dan rombongan berangkat menuju Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, untuk melakukan kampanye. Ketika itu Wakapolres Pulau Taliabu Kompol Sirajudin bersama Kasie Dokkes mengecek aktivitas palson.
“Sebelum kejadian ledakan, Wakapolres Pulau Taliabu Kompol Sirajudin bersama Kasie Dokkes merapat ke speedboat untuk mengecek aktivitas paslon dan mengingatkan untuk berhati-hati saat pengisian BBM karena saat pengisian BBM kondisi mesin kapal, kompor listrik, AC dan genset di dalam speedboat dalam keadaan menyala,” kata Totok.
Akibat ledakan tersebut, enam orang meninggal dunia. Di antaranya Benny Laos, anggota DPRD Malut dari Partai Demokrat Ester Tanri, Ketua PPP Malut Mubin A Wahid, anggota Polres Kepulauan Sula Hamdani Buamonabot, Mahsudin Ode Muisi, dan Nasrun, S.Pd.
Sementara korban luka berjumlah 16 orang yang saat ini dirawat di tiga lokasi berbeda dengan rincian lima orang di RSUD Bobong, sembilan orang di Klinik Dokter Ama, dan dua orang di Klinik Dokter Rudi.
Speedboat tersebut total membawa 34 penumpang yang terdiri dari 28 orang tim Benny dan 6 orang awak speedboat. Salah satu penumpang merupakan istri Benny, calon wakil gubernur Malut Sabrin Sehe, serta calon bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes. (ads)


































