
Kanalnews.co, JAKARTA– MUI mendorong kepolisian mengusut tuntas keberadaan Negara Islam Indonesia (NII). MUI menilai kelompok-kelompok beraliran sesat itu terus bermetamorphosis.
Warga Garut, Jawa Barat, digegerkan adanya 59 orang yang mengaku telah direkrut oleh NII. Mayoritas mereka adalah remaja laki-laki.
Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya, mengatakan bahwa MUI Garut juga tengah mendalami informasi pembaiatan NII tersebut. Kelompok-kelompok yang menganut aliran sesat tersebut harus dibasmi karena mengacam perpecahan Indonesia.
“Kasus ini timbul tenggelam dan bermetamorphosa ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda-beda,” kata Prof Utang.
Dia pun membeberkan kasus-kasus penyebaran aliran sesat yang pernah terjadi di Tanah Air seperti aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Mushadiq, aliran Millah Abraham, aliran Al-Haqq, dan Gafatar. Menurutnya, aliran-aliran sesat ini merupakan bagian dari kasus-kasus yang lahir dari NII yang disebut NII KW-9.
“Maka apapun bentuknya dan dimana pun berdirinya, jika mereka mengaku menganut NII seperti ini bisa diduga pahamnya tidak jauh berbeda dengan paham yang terdahulu, yang tujuannya untuk membuat keresahan, kekacauan dalam beragama, dan mengganggu stabilitas sosial dan nasional,” ucapnya. (ads)



































