Foto tangkapan layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Pemerintah memperluas investigasi terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang memperparah bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu fokus utama ialah gelondongan kayu dalam jumlah besar yang terseret arus saat bencana terjadi indikasi kuat adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan turun langsung melakukan penyelidikan. Ia memastikan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan akan diproses hukum tanpa pandang bulu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Besok tim gabungan akan turun untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan kayu gelondong. Jika ada pelanggaran hukum, pasti kami proses,” ujar Sigit dalam konferensi pers di Posko Bencana Halim, Jakarta.

Sebelumnya, pemerintah telah mengerahkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk melacak asal-usul gelondongan kayu tersebut. Langkah investigatif diperkuat dengan penggunaan citra satelit guna mengidentifikasi jejak deforestasi maupun aktivitas pembukaan lahan.

“Satgas sudah bekerja menelusuri dugaan adanya gelondongan kayu yang terbawa banjir. Pemerintah menggunakan citra satelit untuk memetakan area yang diduga menjadi sumber kayu tersebut,” kata Menko PMK Pratikno.

Menurut Pratikno, pemerintah tidak menutup kemungkinan menindak pihak-pihak tertentu jika hasil analisis satelit dan temuan lapangan menunjukkan adanya pelanggaran.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bencana di Sumatera bukan hanya dipicu cuaca ekstrem. Akan tetapi juga diperparah oleh kerusakan lingkungan yang sudah terjadi bertahun-tahun.

“Selain faktor cuaca ekstrem, ada kerusakan lingkungan yang memperberat dampak bencana. Ini sedang diinvestigasi secara serius, seiring dengan evakuasi dan penanganan para korban,” tegas Teddy.

Pemerintah, jelasnya, terus mengevaluasi kondisi lapangan untuk memastikan penyebab bencana dapat diungkap secara komprehensif.

Dari sisi teknis, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap indikasi awal gelondongan kayu yang terseret banjir berasal dari aktivitas pembukaan kebun sawit di sejumlah wilayah.

“Ada indikasi kuat pembukaan kebun sawit yang menyisakan log tanpa dibakar. Dalam sistem zero burning, kayu tidak dibakar tetapi dipinggirkan. Ketika hujan ekstrem datang, balok-balok itu ikut hanyut,” jelas Hanif.

Ia menambahkan tim kementeriannya tengah memverifikasi temuan-temuan lapangan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab. (ads)