
Kanalnews.co, JAKARTA– Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menjelaskan terkait rencananya sebagai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membeli 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas dari Angkatan Udara Qatar untuk memperkuat kesiapan tempur TNI AU.
Dalam debat capres ketiga, kebijakan Prabowo tersebut menjadi bahan pembahasan Ganjar dan Anies untuk mengkritik. Ganjar menilai keputusan Prabowo itu gegabah karena ia mendapatkan informasi jika keputusan itu tak mendengar aspirasi dari prajurit dan petinggi di tiga matra.
Sementara Anies mengatakan pembelian pesawat tempur bekas merupakan kebijakan tak tepat. Sebab, masih banyak anggota TNI yang tak memiliki rumah.
Permasalahan Alutsista bekas memang belakangan ramai diperdebatkan. Prabowo menjelaskan membeli peralatan perang atau keamanan yang dilihat adalah usia pakai, bukan perkara baru atau bekas.
Ia mengatakan alat perang rata-rata berusia 25-30 tahun.
“Jadi pesawat, umpamanya pesawat Mirage 2000-5 yang ada di Qatar, yang rencananya kita ingin akuisisi itu usia pakainya masih 15 tahun. Dan teknologi ini mengarah kepada yang lebih canggih,” kata Prabowo.
Jika Indonesia ingin membeli alat baru, tetap ada aturannya seperti masa penggunaan yang tidak sebentar. Alat itu baru bisa dioperasikan sekitar 7 tahun.
“Nah sementara 3 sampai 7 tahun ini, kita perlu deterrence, kita perlu kemampuan, itu maksudnya alat terbelakang,” katanya.
Penggunaan Alutsista bekas, menurut Prabowo juga pernah dilakukan oleh Presiden RI ke-1 Sukarno ketika menghadapi Irian Barat. Alat perang bekas itu meliputi pesawat terbang, kapal selam, cruiser destroyer, dan mayoritas alat tempur lain.
Tak hanya Indonesia yang menggunakan alutsista bekas, tetapi juga negara lain. Sebab, bukan melihat bekas atau baru, tetapi Kemenhan juga akan melihat jam terbang dan kualitasnya.
“Jadi, dalam alat perang, saya katakan, bukan baru dan bekas, tapi usianya. Kalau pesawat, flying hours. Dan tentunya, kita pasti mau yang terbaik untuk prajurit kita. Tapi, kita harus loyal kepada yang lebih besar. Covid, ada krisis Ukraina, pangan naik, BBM naik,” tegas Prabowo. (ads)



































