KANALNEWS.co, Jakarta – Pertamina memproyeksikan pemakaian Premium selama masa H-15 hingga H+15 Lebaran naik dengan besaran masing-masing Premium naik 15% dari rata-rata harian normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL. Adapun, Solar bersubsidi diperkirakan turun 12% dari rata-rata harian normal 35.173 KL menjadi 31.118 KL. Sementara itu, Pertamina terus menjaga stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Ketahanan stok Premium akan mencapai 17 hari, Solar 28 hari dan LPG 17 hari.

Hal itu dikemukakan Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro di Jakarta, Jumat (3/5). Dia mengatakan, selain Premium,  kenaikan signifikan diproyeksikan juga terjadi pada Pertamax, yaitu 17% menjadi sekitar 12.000 KL dan Pertalite akan melonjak 43% menjadi 10.200 KL per hari. Proyeksi kenaikan juga terjadi pada LPG, yaitu naik 9% dari rata-rata harian normal 20.866 MT menjadi 22.622 MT.

Untuk memantau ketersediaan BBM dan LPG serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat,  telah dibentuk Posko Satuan Tugas (Satgas) di Kantor Pusat maupun setiap kantor Region Pertamina.

Langkah-langkah lainnya yang disiapkan oleh Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG meliputi monitoring stok BBM dan Avtur di TBBM & DPPU di seluruh Terminal BBM dengan sistem komputerisasi SIM S&D (Sistem Informasi Management Supply & Distribution, pengoperasian Terminal BBM, SPBU dan SPBBE sepanjang 24 jam, khususnya di sepanjang jalur mudik utama  yaitu jalur Pantura, Tengah, dan Selatan Jawa, di Banyuwangi untuk penyeberangan menuju Bali, dan Merak menuju Sumatera.

“Selain itu, switching tangki timbun di Terminal BBM dan SPBU untuk antisipasi lonjakan permintaan Premium dan Pertamax yang diikuti dengan penambahan atau switching mobil tangki ke Premium. Pertamina juga menyiapkan titik-titik SPBU kantong di wilayah mudik, serta menyediakan 32 titik SPBU Transit khusus sepeda motor,” papar Wianda.

Penambahan pasokan LPG PSO dan Non PSO khususnya di daerah-daerah yang diperkirakan terjadi peningkatan  demand. Pertamina juga telah menunjuk agen dan pangkalan siaga LPG dengan memaksimalkan SPBU dan modern retail outlet, serta berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan instansi setempat untuk ketertiban harga jual dan penyediaan kebutuhan LPG. (mulkani)