KANALNEWS.co – Jakarta, Wisata kapal pesiar dinilai merupakan solusi yang baik bagi negara kepulauan, termasuk Indonesia untuk memeratakan pendistribusian jumlah wisatawan ke berbagai destinasi yang tersebar di pelosok tanah air.
“Wisata dengan menggunakan kapal ini jalan keluar yang baik bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” kata Direktur Pengembangan Minat Khusus, Konvensi, Incentives, dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Achyaruddin, di Jakarta, Senin (10/12).
Menurut dia, wisata kapal pesiar atau yacht akan menjadi jalan keluar bagi masalah masih rendahnya jumlah penerbangan ke destinasi-destinasi yang belum memiliki infrastruktur bandara yang memadai.
Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan sudah saatnya menerapkan pariwisata berbasis pada bahari atau “sea base”.
“Sudah saatnya kita terapkan pariwisata yang sea base, karena potensi kita luar biasa dalam hal ini termasuk untuk menyelesaikan persoalan aksesibilitas,” katanya.
Oleh karena itu, dalam mengembangkan pariwisata bahari berdaya saing global, pihaknya menilai perlu menyediakan data dan informasi tentang titik labuh bagi kapal layar di destinasi yang akan dituju oleh para yachter.
Penetapan titik labuh ke depan diharapkan dapat menjadi rintisan lokasi Pelabuhan Wisata atau Marina yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung.
Selain itu infrastruktur setempat diharapkan juga berkembang secara komprehensif dan antisipatif bagi penanganan kunjungan wisata kapal layar. “Begitu pula dengan kegiatan wisata selancar air di Indonesia,” katanya.
Kegiatan penyusunan data base jalur titik labuh wisata yacht dan surfing di Indonesia telah dilaksanakan sejak Agustus hingga Desember 2011 mencakup 26 destinasi wisata yacht di Indonesia.
Sebanyak 26 destinasi wisata yacht itu di antaranya Saumlaki Maluku Tenggara Barat, Debut Maluku Tenggara, Banda Maluku Tengah, Ambon; Wakatobi Sulawesi Tenggara, Bau-Bau Sulawesi Tenggara, Makasar Sulawesi Selatan, Kupang NTT, Alor NTT, Lembata NTT, Sikka Maumere NTT, Ende NTT, Riung Flores Tengah, Labuan Bajo NTT, Rote NTT, Sabu NTT, dan Larantuka NTT.
Selain itu juga di Suma Timur, Suma Tengah, Bima NTB, Lombok Utara, Bali Utara dan Bali Selatan, Karimun Jawa Jawa Tengah, Kumai Kalimantan Tengah, Belitung, dan Batam.
Penulis : Herwan Pebriansyah








































