Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA– Daya tarik wisata Pesanggarahan Menumbing dipastikan bakal bertambah. Ruang Tata Pamer di dalam bangunan utama Pesanggrahan Menumbing akan hadir mulai 2 Februari mendatang.

Tata Pamer Menumbing ini sebelumnya diresmikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, pada (19/12/2021) lalu yang didampingi Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Agus Widiamoko, Bupati Bangka Barat, H. Sukirman, dan Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming dan para anggota Forkopimda beserta pejabat lainnya.

Tata Pamer Menumbing ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi selaku pelaksana renovasi ruang gedung utama Pesanggrahan Menumbing menjadi sebuah ruangan tata pamer yang kekinian.

Pengunjung nantinya akan disajikan rangkaian tur menarik di Tata Pamer Menumbing tersebut. Salah satunya tentang sejarah kebangsaan dalam upaya mengenal lebih dekat sejumlah tokoh seperti peran Presiden Soekarno, Perdana Menteri Mohamad Hatta, Agus Salim, Mohamad Roem, Ali Sastroamidjojo, A. G. Pringgodigdo, Komodor Soerjadi Soejadarma, dan Asa’at ketika dalam pengasingannya di Muntok oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Muhammad Ali, menyampaikan tujuan dibuatnya Tata Pamer Menumbing ini adalah untuk menambah Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Menumbing.

“Sebenarnya selama ini Pesanggrahan Menumbing memang sudah indah sekelas bintang 5 yang merupakan Cagar Budaya Peringkat Nasional, yang tentunya harus terus dikembangkan ke depan agar lebih menarik lagi, namun tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan, baik itu Pariwisata, Cagar Budaya, dan Lingkungan Hidup” ujar Muhammad Ali.

“Tahun 2021 lalu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Bangka Barat telah membuat dua DED untuk pengembangan kawasan bersejarah Pesanggrahan menumbing, yakni DED Air Sumber dan DED Revitalisasi Kawasan Bersejarah Pesanggrahan Menumbing, guna menata kawasan yang ada dan jika ada perubahan dikembalikan ke bentuk aslinya,” lanjutnya.

Ali menambahkan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kerjasama dengan BPCB Jambi.

“Tahun ini BPCB Jambi akan melakukan kajian pemugaran untuk seluruh Cagar Budaya (CB) yang ada di Menumbing. Rencananya tahun 2023 pemugaran segera dilaksanakan di setiap CB yang ada,” tutup Muhammad Ali.

Kehadiran tata pamer itu memang menambah daya tarik wisata sejarah di Pesanggrahan Menumbing yang selama ini telah menjadi salah satu jejak dan ikon sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Adapun tata cara mengikuti tur tersebut adalah pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu di resepsionis, mengingat kunjungan tur telah memiliki jadwal dan dibatasi dua puluh orang per jadwal tur. Di dalam ruang tata pamer, pengunjung akan memperoleh informasi yang interaktif dan titik swafoto yang instagramable.

Tur dibuka setiap hari dengan tiket masuk Rp 20.000 untuk orang dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak dan pelajar sesuai tarif retribusi sesuai Peraturan Bupati Bangka Barat Nomor 10 Tahun 2022. (ads)