KANALNEWS.co – Jakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengklaim telah sukses mengembangan tata kelola pariwisata di 15 destinasi pariwisata pilihan melalui program Destination Management Organization (DMO).
15 DMO tersebut adalah cluster Sabang, Toba, Kota Tua, Pangandaran, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Batur, Rinjani, Flores, Tanjung Puting, Derawan, Toraja, Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat.
“Saya katakan DMO ini berhasil, kalau tidak untuk apa saya meneruskan program DMO,” kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim, di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
DMO adalah tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup perencanaan, koordinasi, implementasi dan pengendalian organisasi pariwisata di Indonesia yang ditetapkan pada 2010 hingga 2014.
Menurut Firmansyah, dari sejumlah tolak ukur kesuksesan yang berbeda untuk masing-masing DMO tersebut dapat diketahui bahwa target sebagian besar telah tercapai, ia mencontohkan, destinasi Toraja dan Pangandaran telah mencapai 1 juta wisatawan pertahun sementara Tanjungputing wisatawan yang berkunjung mencapai 50 ribu pertahunnya.
“Kita tekankan adalah kualitas wisatawan yang datang, tolak ukur keberhasilan kita ambil dari meningkatnya jumlah wisatawan, meningkatnya lama tinggal wisatawan dan juga meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar destinasi,” katanya.
Firmansyah menegaskan masing-masing destinasi yang menerapkan DMO memiliki target yang berbeda khususnya dari sisi jumlah wisatawan yang datang dan tidak semuanya mass tourism tapi ada juga dikembangkan berbasis ecotourism, sebagai contoh bila obyek wisata tersebut tergolong wisata alam maka Kemenparekraf tidak memacu agar jumlah wisatawan tumbuh cepat karena harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
” Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo misalnya maksimal berjumlah 50 ribu orang atau di cluster Tanjung Puting juga paling banyak 50 ribu orang. Namun untuk wilayah yang lebih besar seperti Danau Toba ditargetkan pada 2014, jumlah wisatawan dapat mencapai 365 ribu orang,” kata Firman.
DMO yang sudah memiliki kemajuan yang cukup baik adalah Borobudur, Pangandaran, Flores, Wakatobi, dan Raja Ampat, dan pihaknya fokus memaksimalkan 15 DMO mulai 2010 hingga 2014.
Selain pengembangan DMO, Kemenparekraf juga berencana untuk menambah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) zona pariwisata yaitu di Kepulauan Seribu dan Biak.
“Saat ini sudah ada dua KEK yang diresmikan yaitu di Tanjung Lesung, Bantren dan Semangke, Sumatera Utara,” ungkapnya.
Dengan KEK zona pariwisata tersebut, pengusaha yang berbisnis di kawasan tersebut dapat memperoleh kemudahan dan kelonggaran baik dari segi fiskal maupun non fiskal.
Selain 15 DMO, Kemenparekraf juga telah menetapkan 29 lokasi daya tarik wisata yang menjadi fokus promosi yaitu Pulau Weh, Pulau Nias, Danau Toba, Kepulauan Mentawai, Pulau Abang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Kota Tua, Pangandaran, Karimunjawa, Candi Borobudur, Pegunungan Dieng, Merapi-Selman, Bromo-Tengger-Semeru, Batur, Rinjani, Tambora, Pulau Komodo, Danau Kelimutu, Sentarum, Tanjung Puting, Derawan, Toraja, Togean, Tomini, Bunaken, Wakatobi, Banda dan Raja Ampat.
Penulis : Dara Lidya
Editor : Herwan Pebriansyah








































