IG Sandiaga Uno

 

Kanalnews.co, ACEH- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong agar UMKM di Aceh lebih berkembang. Ia menilai Aceh memiliki makanan khas yang bisa mendunia.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno saat hadir di Banda Aceh, Selasa (19/10) dalam pencanangan program Kabupaten Kota Kreatif (KaTa Kreatif). Sandiaga menyebut Aceh kaya akan makanan khas, seperti mie dan kopi asal Aceh yang bisa terus berkembang, serta menjadi andalan ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Hari ini (kemarin) kita mencanangkan satu workshop Kabupaten dan Kota (Kata) Kreatif dan seperti tadi saya belajar langsung untuk membuat kopi Sangiruma. Untuk itu kita ucapkan terima kasih kepada pak Wali untuk fasilitasnya,” kata Sandiaga.

Ia mengakui saat ini sedang mengencarkan Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang bertujuan mendigitalkan 30 juta pelaku UMKM pada akhir 2023. Total sudah 10 juta UMKM yang masuk dalam ranah digital pada Agustus lalu sehingga ia yakin akan dapat mencapai target pada waktunya nanti.

Sandiaga pun meminta agar Aceh mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut PON 2024. Event tersebut menjadi kesempatan bagi kebangkitan ekonomi lokal dan UMKM.

“Jadi lumayan jumlahnya untuk membangkitkan sampai akhir tahun. Harapan kita pelaku UMKM di Aceh bisa berpartisipasi, dan Kota Banda Aceh akan menjadi tuan rumah dari PON 2024. Tadi Pak Wali berpesan agar kita menyiapkan diri, seperti waktu di PON Papua kemarin semua produk ekonomi kreatifnya habis sampai ke topi yang di ujung-ujung enggak dapat, Papeda habis semua. Ini jangan sampai terulang di sini (Aceh),” lanjutnya.

“Kita memberi pelatihan workshop dan pendampingan tadi saya pesan ke pejabat terkait dan drekandasa menyentuh pelaku perajin UMKM di level akar rumput. Karena mereka ini yang menjadi lokomotif, 97% lapangan kerja di Aceh disumbangkan oleh UMKM,” katanya.

Tak hanya itu, Sandiaga menilai Aceh memiliki makanan yang khas yaitu Mie Aceh yang memiliki potensi mendunia. Untuk itu, ia ingin makanan khas tersebut dapat berkembang sampai ke luar negeri.

“Karena yang berbasis mie itu masih sedikit, jadi kalau Mie Aceh bisa kita kembangkan menjadi high value added sehingga harganya meningkat. Sehingga kita bisa buat festival Mie Aceh sedunia sebagai bagian dari spice of the world. Saya ingin melihat ada Mie Aceh di New York, London. Mie Aceh goes to the world,” ungkapnya.