KANALNEWS.co, Jakarta – Upacara peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke 66 yang berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (9/4) pagi dimulai dengan pemeriksaan barisan pasukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat yang juga bertindak sebagai inspektur upacara.
Para petinggi TNI tampak sudah hadir dan menempati tenda-tenda yang sudah disediakan. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menkopolhukam Djoko Suyanto, anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo, dan perwakilan militer luar negeri.
Selesai upacara, akrobatik pesawat udara TNI-AU menjadi sajian utama dalam perayaan HUT tentara pengawal angkasa NKRI ini. Sebelum upacara dimulai, Sekretaris jenderal Kementrian Pertahanan RI, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, melakukan atraksi akrobatik menggunakan pesawat khusus untuk akrobat. Ia melakukan beberapa manuver seperti clover leaf, jupiter wheel, heart, dan beberapa manuver lainnya.
Peringatan ulang tahun TNI AU juga dimeriahkan atraksi akrobatik 6 helikopter Colibri yang tergabung dalam dinamik pegasus. Melakuan manuver-manuver yang jarang dilakukan oleh helikopter. Undangan yang hadir tampak antusias menyaksikan akrobat tersebut. Selain itu, masyarakat yang juga diperbolehkan memasuki pangkalan udara untuk menonton atraksi juga terlihat berdecak kagum.
Menurut Dinas Penerangan TNI AU Kolonel Pnb. Agung Sasongkojati, aksi itu agak berisiko. Sebab, helikopter memiliki sayap putar, bukan seperti pesawat yang menggunakan sayap tetap. Sehingga gerak helikopter tak selincah pesawat. “Kegiatan itu juga sebagai ungkapan terimakasih pada warga yang telah membayar pajak. Sehingga TNI AU bisa memiliki berbagai perlengkapan canggih dan prajurit berkualitas untuk mengamankan wilayah udara Indonesia,” ujar Agung.
Perayaan HUT TNI AU ke-66 hari ini melibatkan banyak pesawat. Diantaranya adalah 6 pesawat Sukhoi SU-27/30, 7 F-16 A/B, 11 pesawat Hawk-109/209, 8 pesawat KT-1B, 6 T-34 Charlie, 2 Cessna (penarik banner), 1 heli Basarnas (stby SAR), 3 C-130 HS/BT, 7 EC-120 B, 1 C-212, dan 1 CN-235.
Pertunjukan pesawat diselingi pula drum band Karbol Akademi Angkatan Udara Gita Dirgantara. Dan penerjunan ratusan pasukan menggunakan pesawat angkut C 130 Hercules. Pada sorti pertama diterjunkan 66 penerjun, diantaranya 7 srikandi wanita angkatan udara. Detasemen kebanggaan TNI Angkatan Udara, Den Bravo juga mempertunjukkan ketrampilan menghadapi aksi teroris yang kemungkinan terjadi di pangkalan atau di pelabuhan udara.
Atraksi lainnya dilakukan tim akrobatik jupiter dengan pilot instruktur Sekolah Penerbang yang menggunakan pesawat latih buatan Korea KT 1B. Beberapa formasi menegangkan dilakukan oleh tim Jupiter. Keseluruhan pesawat dan helikopter yang mengambil bagian dalam atraksi udara ini berjumlah 72. Termasuk pesawat F 16 Hawk dan Sukhoi.
Menurut Agung, pesawat dan tentara yang turut andil dalam perayaan itu didatangkan dari seluruh wilayah Indonesia. Tentara pengisi acara pun telah memantapkan latihan sejak sepekan silam. “Aksi itu membuktikan kualitas tentara Indonesia tak berbeda jauh dengan negara-negara lain. Sehingga kemampuan tentara Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata,” ujar pria yang pernah menjadi penerbang tempur pesawat F-16 TNI-AU ini. Ranoe Nirawan









































