
Kanalnews.co, JAKARTA – Drama luar biasa tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026) malam. Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh ketegangan melawan Thailand.
Bermain di hadapan lebih dari 70 ribu suporter, Skuad Garuda harus berjuang hingga titik terakhir. Duel Indonesia kontra Thailand berakhir 2-2 setelah 120 menit pertandingan.
Ketegangan kemudian berlanjut ke babak adu penalti. Di momen paling menentukan tersebut, mental pemain Indonesia justru berbicara.
Empat eksekutor Garuda, yakni Kevin Diks, Elkan Baggott, Shayne Pattynama, dan Dean James, sukses menjalankan tugasnya. Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam drama tos-tosan tersebut.
Keberhasilan itu sekaligus membuat malam di SUGBK berubah menjadi pesta besar. Para pemain, pelatih, dan puluhan ribu suporter merayakan trofi yang menjadi gelar pertama Indonesia dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.
Salah satu sosok penting dalam perjalanan dramatis tersebut adalah Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu bukan hanya sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti, tetapi juga mencetak gol krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Gol Baggott pada menit-menit akhir babak kedua perpanjangan waktu membuat Indonesia terhindar dari kekalahan dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Gol tersebut sekaligus menghidupkan kembali semangat Skuad Garuda sebelum akhirnya pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut perjuangan anak asuhnya menunjukkan mental luar biasa. Menurutnya, para pemain tidak pernah menyerah meski pertandingan berjalan semakin berat.
“Saya bangga kepada para pemain. Mereka memberikan segalanya untuk tim ini,” kata Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga memberikan penghormatan khusus kepada suporter Indonesia yang memenuhi SUGBK sepanjang pertandingan.
“Pertama-tama, terima kasih banyak sekali lagi kepada para suporter. Luar biasa malam ini,” ujarnya.
Herdman mengakui laga final memang selalu menghadirkan tekanan berbeda. Ia pernah menjalani sejumlah pertandingan final bersama tim-tim sebelumnya dan memahami betapa sulitnya menjaga mental pemain dalam situasi seperti itu.
“Final adalah final. Saya sudah memainkan beberapa pertandingan final bersama berbagai tim dan pertandingan seperti ini selalu sulit,” tuturnya.
Menurut Herdman, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi pemain hingga pertandingan benar-benar berakhir.
Ia bahkan menyoroti aksi Emil Audero yang mampu melakukan penyelamatan penting dalam drama adu penalti.
“Saya juga bangga kepada para suporter yang terus bersama kami hingga tendangan penalti terakhir dan Emil Audero berhasil melakukan penyelamatan,” kata Herdman.
Herdman menyebut keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pertandingan. Trofi tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia.
“Ini adalah momen yang membanggakan bagi Indonesia, trofi pertama dalam sejarah,” tegas mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Herdman juga secara khusus mengapresiasi Baggott yang mencetak gol penyama kedudukan di penghujung laga.
Menurutnya, gol tersebut menunjukkan karakter Indonesia yang tidak mau menyerah meski berada dalam situasi sulit.
“Itulah misi kami. Tidak peduli seberapa sulit atau berapa lama waktu yang dibutuhkan, satu-satunya hal yang penting adalah mengangkat trofi untuk kalian semua, untuk negara ini, dan membuat kalian bangga,” ujarnya.
Malam itu, misi tersebut akhirnya benar-benar terwujud. Dari pertandingan yang berlangsung hingga 120 menit, dilanjutkan drama adu penalti, Timnas Indonesia keluar sebagai juara dan membawa pulang trofi FIFA ASEAN Cup 2026. (ads)



































