
Kanalnews.co, JAKARTA- Komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel kembali mendapat perhatian. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat menerima kunjungan Tim Visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Pusat (KIP) yang dipimpin Wakil Ketua KIP Arya Sandhiyudha, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11).
Dalam pertemuan tersebut, Wamenpora Taufik Hidayat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi yang dilakukan KIP. Ia menegaskan, keterbukaan informasi telah menjadi komitmen berkelanjutan Kemenpora sebagai badan publik yang melayani kepentingan masyarakat luas, khususnya pemuda dan komunitas difabel.
“Kami berterima kasih atas kunjungan dari KIP. Kemenpora terus menjaga komitmen sebagai lembaga publik yang transparan, informatif, dan akuntabel. Kemenpora juga menjadi rumah besar bagi berbagai komunitas pemuda dan difabel,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden, sektor kepemudaan ke depan akan dipimpin dan dikoordinasikan oleh Kemenpora dengan dukungan sistem berbasis aplikasi. Upaya tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi cabang olahraga penerima anggaran agar pengelolaan dana dilakukan secara terbuka namun tetap bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Wamenpora Taufik menegaskan peningkatan prestasi olahraga nasional hingga Olimpiade 2028 berjalan seiring dengan penguatan pembangunan kepemudaan. Berbagai program disiapkan untuk mendukung lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan kepramukaan.
Sementara itu, Wakil Ketua KIP Arya Sandhiyudha menjelaskan terpilihnya Kemenpora sebagai subjek visitasi menunjukkan posisi Kemenpora berada di jajaran teratas kementerian dalam hal keterbukaan informasi publik.
“Visitasi ini menandakan Kemenpora berada pada papan atas penilaian. Artinya, Kemenpora mampu mempertahankan performa sebagai badan publik yang transparan dengan berbagai indikator yang terpenuhi,” ungkap Arya.
Ia juga menilai Kemenpora memiliki berbagai program dan sistem yang memungkinkan masyarakat turut mengawal transparansi secara partisipatif. Beberapa di antaranya melalui platform digital yang memuat data tenaga olahraga beserta kualifikasinya, serta sistem pengawasan program yang berjalan secara terbuka.
“Kami melihat keterkaitan antara struktur organisasi, inovasi, dan akuntabilitas yang dibangun Kemenpora. Semua aspek tersebut menjadi bahan penilaian KIP, termasuk prestasi dan terobosan yang dilakukan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan tahapan lanjutan dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik. Sebelumnya, Kemenpora berhasil meraih nilai sempurna, yakni 100, pada tahap penyampaian Self Assessment Questionnaire (SAQ).
Selain itu, Kemenpora juga telah mengikuti Presentasi Uji Publik yang dipaparkan langsung oleh Wamenpora sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Kehadiran tim KIP dinilai menjadi motivasi tambahan bagi Kemenpora untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Visitasi ini merupakan prosedur baku KIP untuk memastikan kesesuaian praktik keterbukaan informasi di lapangan. Kami optimistis Kemenpora memenuhi seluruh prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tutur Gunawan, didampingi Kepala Biro Perencanaan, Manajemen Kinerja dan Data selaku PPID Yuni Kusmiati serta Kabag Tata Kelola Data dan Informasi Indra Perkasa. (pht)




































