Farid juga membantah tudingan yang mengatakan PSSI menekan dan mengancam pemain Pelita Jaya FC, termasuk pengunduran diri bek Pelita, Diego Michiels. “Kami tidak pernah menekan ataupun mengancam pemain atau siapapun seperti itu. Saya sudah tanyakan persoalan ini pada Pak (Bernhard) Limbong dan lainnya. Mereka juga bilang tidak pernah ada upaya seperti itu,” ujar Farid Rahman.
Sebelumnya, Manajer Pelita Jaya FC, Lalu Mara Satriawangsa melalui jejaring sosial Facebook, menulis, persoalan pengunduran diri salah seorang pemainnya, Diego Michiels terjadi akibat adanya desakan dan ancaman PSSI. Menurutnya, tak hanya Diego, sejumlah pemain naturalisasi lainnya yang kini berstatus pemain Pelita Jaya, juga tak luput dari ancaman PSSI.
“Saya baru saja dilaporkan oleh pak Iman Arief bahwa semua pemain Pelita Jaya dipanggil, dan diancam melalui telepon oleh Bernard Limbong. Yang datang memenuhi panggilan PSSI itu memang hanya Diego. Dia sendiri tak tahu maksud pemanggilan tersebut,” ujar Lalu Mara.
Pernyataan Manajer Pelita Jaya tersebut kemudian dibantah Bernhard Limbong, yang di PSSI kepengurusan Djohar Arifin menjabat Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, dan penanggung jawab Timnas Indonesia. Limbong mengaku tidak pernah kenal secara personal terhadap Diego, apalagi menelepon atau memanggil pemain tersebut.
“Tidak ada itu. Saya tidak pernah menelepon, ataupun mengajak mereka seperti yang diberitakan. Apalagi memanggil siapa itu, Diego, atau pemain lainnya. Saya memang penanggung jawab timnas. Tapi saya hanya berhubungan dengan pelatih, tidak sampai terlalu jauh ke pemain. Janganlah membuat fitnah seperti itu. Coba saja tanyakan pemainnya langsung jika tidak percaya, Iya kan?” tanya Limbong saat dihubungi lewat selulernya.(wt)





































