KANALNEWS.co, Jakarta – Ajakan PSSI untuk mengajak rekonsiliasi klub-klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL), tak berjalan mulus seutuhnya. Dari 12 klub yang diundang melakukan pertemuan di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (14/3), hanya Persib Bandung yang bersedia memenuhi undangan. Mereka diwakili Direktur Umum PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Risha Adiwijaya dan Direktur Marketing, Muhamad Farhan.
Namun demikian PSSI tidak akan menyerah begitu saja untuk merangkul 11 klub yang lain. Ke-11 klub itu adalah PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Pelita Jaya, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Persiram Raja Ampat, Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura.
Menurut Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bernhard Limbong, pihaknya siap mendatangi klub-klub yang tidak hadir pada pertemuan tersebut. “Namanya juga rekonsiliasi tidak selancar seperti itu, ada tahapan. Mulai tanggal 18 nanti, mereka akan disurati atau kalau tidak ya didatangi untuk membicarakan sepak bola ke depan,” kata Limbong pada wartawan Rabu malam usai pertemuan.
Dia mengutarakan, ada usulan untuk membubarkan dualisme kompetisi, yakni ISL dan IPL (Indonesia Premier League) pada tahun depan, kemudian diganti dengan nama baru. Alasannya, gara-gara dualisme kompetisi itu dapat menyebabkan kisruh sepak bola nasional.
“Tentunya kami ingin duduk bareng untuk cari kata sepakat, bagaimana kalau dua kompetisi ini (IPL-ISL) dilebur. Ini niat tulus dan tidak ada maksud lain,” terangnya.
Dan nantinya pihaknya juga bakal mengakui ISL sebagai kompetisi resmi di bawah payung PSSI. Pengesahan ISL akan ditawarkan pada peserta Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya 18 Maret nanti. “Kongres kan untuk membahas program kerja, kami juga akan akui Liga Super (ISL). Jangan gara-gara sepak bola kita selisih paham,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Umum PT PBB Risha Adiwijaya menyatakan bahwa terdapat lima solusi yang ditawarkan PSSI pada uapaya rekonsiliasi tersebut. Kelima butir itu, di antaranya membentuk liga baru, pengelola baru, nama baru, sponsor baru dan kontrak transparan yang seluruhnya diakomodir oleh PSSI.
Sejauh ini, memang terdapat dua liga yakni ISL dan IPL dengan dua pengelola sekaligus sponsor yang berbeda. “Sejauh ini kami memag belum menyepakatinya dan akan membicarakan lagi dengan jajaran direksi PT PBB, masyarakat Bandung dan Bobotoh (Suporter Persib),” ujar Risha dalam jumpa persnya usai pertemuan tadi malam.
Adapun, Direktur Marketing, Muhamad Farhan menyarankan agar PSSI supaya tidak diam di tempat setelah ke-11 klub yang diundang tersebut tidak datang pada pertemuan itu. Di sisi lain, pihaknya juga siap menyosialisasikan usulan PSSI yang berisi lima butir itu kepada klub-klub yang tidak hadir.
“Kami akan mencoba untuk bertemu dengan klub-klub ISL lainnya membicarakan solusi yang ditawarkan PSSI ini. Pertemuan ini benar-benar membawa manfaat demi kemajuan sepak bola kita,” kata Farhan.
Dikatakan Farhan yang juga berprofesi sebagai presenter dan juga pembawa acara hiburan ini, kehadiran tim asal Bandung ini sekaligus menegaskan bahwa Persib masih mempercayai PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di tanah air.
Dirinya mengimbau agar tidak mengartikan kehadiran Persib memiliki tujuan lain karena menjadi satu-satunya klub yang hadir. “Persib masih menganggap PSSI sebagai induk organisasi. KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia) itu Komite, bukan Federasi. Jangan sampai ada kesan Persib mau membelot,” ujarnya.
Mengenai sikap Persib seputar kehadiran dalam Kongres Tahunan PSSI dan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diusung KPSI, Farhan menegaskan tak ada pembahasan soal kongres dalam pembicaraan hari ini. Namun, ia mengisyaratkan Persib akan hadir di kedua kongres tersebut.
“Tidak ada pembicaraan menyinggung masalah kongres dalam pembicaraan tadi. Tapi kami akan hadir di dua Kongres itu. Sebagai anggota, kita harus hormati PSSI. Begitu pun ketika KPSI mengundang, kita juga tak akan mengingkari. Keduanya memiliki niat baik. Kami tidak mungkin bersikap seperti ini jika tidak ada niat baik dari semua pihak,” papar Farhan.
Menyinggung soal pertemuan yang berlangsung dua jam itu, Farhan mengungkapkan adanya komunikasi yang sehat dan konstruktif. Ia menilai kedua belah pihak, baik PSSI maupun Persib Bandung sama-sama memiliki semangat untuk menyelesaikan masalah.
“Tidak ada pernyataan dari PSSi misalnya kalau kamu (Persib) mau gabung ke PSSI syaratnya dari kami seperti ini. Atau kami mungkin menawarkan syarat seperti apa ke PSSI. Tapi baik PSSI maupun kita (Persib) sama-sama menawarkan solusi yang terbaik,” ujar Farhan.
Paling tidak menurutnya, Persib Bandung memiliki niatan baik untuk menyelesaikan polemik sepak bola nasional. “Kami hanya berharap ada satu Liga, satu prestasi, satu Indonesia,” jelas Farhan. Ranoe Nirawan/Jurnas




































