KANALNEWS.co, Berne – Terpilihnya Gianni Infantino sebagai presiden FIFA pada Februari lalu membawa harapan bagi badan sepak bola dunia itu dimana mantan Sekjen EUFA itu ia berjanji mengeluarkan cabang olahraga yang paling digemari itu bebas dari korupsi dan skandal yang membuat pendahulunya Sepp Blatter diskors enam tahun.

Namun dokumen yang merupakan bagian dari 11 juta yang bocor dari firma hukum Panama Mossack Fonseca, yang populer dengan istilah ‘Panama Papers’ membuat Infantino mulai diragukan kredibilitasnya dalam membangun FIFA.

Meski akun-akun luar negeri (offshore) bukan sesuatu yang ilegal, dokumen-dokumen itu telah menimbulkan kemarahan publik dengan mengetahui bagaimana sosok-sosok kaya dan berkuasa di dunia dapat memutar uangnya dan menghindari pajak dan Mossack Fonseca, yang memiliki spesialisasi dalam mengelola perusahaan-perusahaan offshore, menyangkal telah melakukan pelanggaran.

Reuters belum melihat dokumen-dokumen itu dan tidak dapat memverifikasi laporan-laporan media.

UEFA juga terkejut dengan laporan-laporan media, yang mengatakan itu merupakan penghinaan terhadap Infantino.

“Tidak pernah ada dugaan apapun bahwa sesuatu yang tidak pantas dapat berlangsung,” kata mereka, sambil menambahi bahwa media telah “melakukan kesalahan interpretasi” mengenai fakta-fakta tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Ini merupakan upaya penghinaan terhadap karakter (Infantino) dan reputasi UEFA, berdasarkan pada tidak adanya bukti apapun, ini bukan hanya hari yang menyedihkan bagi sepak bola namun juga haru yang menyedihkan untuk jurnalistik.”

Pihaknya menambahi bahwa hak-hak siar yang dipertanyakan “telah diberikan setelah dilakukan tender terbuka yang dilakukan TEAM Pemasaran (mitra penyiaran dan pemasaran UEFA), yang bertindak atas nama UEFA.”

“Hak-hak itu diberikan kepada Teleamazonas/ Cross Trading karena mereka memberikan penawaran tertinggi di pasaran.” Demikian laporan Reuters. (Herwan)