KANALNEWS.co, Ungaran – Menteri Pemuda dan olahraga Imam Nahrawi mengaku pasrah dan siap menerima jika terkena perombakan kabinet atau reshuffle yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.
“Saya hanyalah pembantu yang melaksanakan visi dan misi Presiden. Segala keputusan Beliau, pasti saya terima,” katanya, usai menghadiri Sarasehan Nasional Nahdlatul Ulama (NU) di Ungaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Rabu (6/4/2016).
Menpora menyatakan hal itu sebelum menghadiri Sarasehan Nasional NU. Sebelumnya orang nomor satu di dunia olahraga Indonesia itu menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ittihad, Desa Popongan, Kabupaten Semarang, bersama Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj.
“Reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Apa pun yang diputuskan Presiden akan saya terimanya dengan ikhlas dan lapang dada. Nek iyo mosok ora, nek ora mosok iyo. (Kalau iya masa tidak, dan kalau tidak masa iya),” tegas Imam.
Pria kelahiran Bangkalan, Madura menyatakan adanya anggapan peran partai politik lain di balik isu perombakan kabinet yang belakangan mengemuka, ia mengaku sebagai sebuah kewajaran yang menjadi bagian dinamika politik di Indonesia, namun meski isu “reshuffle” kabinet terus berhembus, Imam yakin menteri-menteri dari partainya, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap aman dan amanah.
Kabar “reshuffle” kabinet belakangan berhembus, apalagi ketika Presiden Jokowi membatalkan rencana kunjungan kerja ke Jawa Timur yang seharusnya dilakukan Kamis (31/3) secara mendadak.
Sebelumnya pada Senin (28/3), sejumlah tokoh, seperti Arifin Panigoro dan M. Luthfi sempat mendatangi Istana dan melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi yang berlangsung selama sekitar 1,5 jam, namun, keduanya, baik Arifin maupun Luthfi enggan menjabarkan secara detail materi pembicaraannya dengan Presiden.
Kemudian pengusaha dan pemilik klub sepak bola Inter Milan Erick Thohir juga menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, Kamis (31/3).
Meski demikian, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi menyampaikan pertemuan Presiden Jokowi dengan Erick Thohir tidak ada kaitannya dengan rencana perombakan kabinet. (Herwan)




































