KANALNEWS.co, Pamekasan – Tuan rumah Madura United memastikan diri melaju ke babak delapan besar Piala Presiden 2017 usai menaklukan PSCS Cilacap dengan skor 1-0 pada laga pemungkas grup 5 dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura Minggu (19/2/2017) malam.
Madura United lolos sebagai runner-up grup 5, mendampingi Semen Padang yang menjadi juara grup.
Pada awal laga, baik Madura United maupun dan PSCS Cilacap yang memiliki peluang lolos ke babak delapan besar bermain terbuka dan bermain menyerang sejak menit awal pertandingan.
PSCS mulai melakukan determinasi melalui tendangan keras Galih Akbar Febrian dari luar kotak penalti, namun sayangnya bola masih menyamping dari gawang Madura United. Dan begitu pula dengan tendangan kaki kiri Ugiek Sugiyanto masih bisa ditangkap kiper Madura United yang dijaga oleh Angga Saputra.
Madura United yang didukung penuh pendukung setianya langsung merespon serangan anak-akan Cilacap itu. Salah satunya melalui Luis Carlos Junior yang menyambut umpan tarik Greg Nwokolo di dalam kotak penalti, namun sayangnya bola masih melambung di atas gawang PSCS.
Hingga babak pertama berakhir, Madura United 0 PSCS Cilacap 0.
Pada babak kedua, kedua tim tak juga mengendurkan tekanan dan jual beli serangan tetap terjadi.
Namun, tuan rumah Madura United akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Hanya berselang tiga menit usai wasit meniupkan laga tanda dimulainya babak kedua, atau tepatnya pada menit ke-48 melalui sepakan kaki kiri mendatar Luiz Junior di dalam kotak penalti yang berhasil membobol gawang PSCS. Madura United 1 PSCS Cilacap 0.
Unggula satu gol, Madura United pun tak mengendurkan serangan mereka. Sepakan Dane Milovanovic dari luar kotak penalti masih menyamping di sisi kiri gawang PSCS. Begitu juga tendangan Bayu Gatra masih melambung di atas gawang Laskar Nusakambangan.
PSCS mendapatkan peluang emas di depan gawang Madura United, namun tendangan Oh Juho di depan gawang masih melambung. Madura United membalas lewat sepakan keras Greg, tapi juga masih belum tepat sasaran. Tendangan bebas Redouane Zerzouri masih membentur mistar gawang, bola muntah yang disambar dengna sundulan oleh pemain PSCS lainnya juga hanya melambung di atas gawang. Dan hingga laga berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Madura United.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo menagakui anak asuhnya telah bermain sangat luar biasa, tanpa beban dan hal itulah yang menjadi kunci sehingga bisa bermain lepas. Namun Ia mengakui dari sisi persiapan dan kualitas anak asuhnya kalah dari Madura United.
“Kami akui kekalahan ini,” katanya usai laga.
Gatot mengakui hanya melakukan persiapan selama satu minggu untuk menghadapai event Piala Presiden 2017. Selain itu pemain asing yang datang sehari sebelum pagelaran piala presiden dimulai, namun Ia bersyukur bisa melihat kemampuan pemain secara individu. Dan hal ini sangat bermanfaat buat persiapan Liga 1 yang akan berlangsung pada akhir Maret mendatang.
“Target kami ialah tembus ISL. Lawan bagus dan atmosfir permainan baik. Kami belajar banyak hal dari Piala Presiden 2017. Setelah ini kami akan melakukan evaluasi sekaligus persiapan Liga 2,” katanya.
Pelatih Madura United Mario Gomes de Olivera mengatakan beban main di kandang sendiri tentu ada, namun Ia tidak ingin membuat suporter Madura kecewa. Semangat luar biasa ditunjukkan anak asuhnya meski kesulitan membobol gawang lawan namun hal itu sebenarnya karena kurang beruntung. Beberapa peluang tak tercipta gol. Sehabis ini saya yakin lebih baik lagi.
“Kami mengedepankan kebersamaan dengan cepat merebut bola kembali yang lepas. Kita tetap bikin Madura jaya dan memenangkan permainan,” katanya. (Herwan)




































