KANALNEWS.co, Jakarta – Jelang perhetalan Asian Games ke-18 yang digelar pada tahun 2018 mendatang, permasalahan yang dibahan hanya infrastruktur pembangunan venue, bukan pembahasan bagaimana persiapan atlet.
Hal itu ditegaskan oleh Staf khusus Menteri Pemuda dan Olahraga bidang komunikasi dan kemitraan Kemenpora Taufik Hidayat pada acara ramah tamah dan sosialisasi bersama sie wartawan olahraga persatuan wartawan Indonesia (Siwo PWI) yang menegaskan tidak ada gunannya pembangunan venue yang mewah dan megah tanpa diimbangi dengan prestai atlitnya
“Sejak dipercaya oleh Menpora Imam Nahrawi menjadi stafsus, saya sering mendengar dan menghadiri rapat menjelang Asian Games hanya seputar infrastruktur, padahal jika bangunan banyak namun prestasi tidak ada percuma,” kata Taufik di Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Suami dari Amy Gumelar itu bertekad untuk menjadi mata dan telinga bagi para pelaku olahraga, terutama atlet. Dan ia juga siap menampung kritik dan saran dari berbagai pihak termasuk media.
“Asalkan kritik tersebut sifatnya membangun dan ada solusi yang menyertainya,” ujar peraih medali emas nomor tunggal putra cabang bulutangkis Olimpiade Athena itu.
Untuk merealisasikan misinya, Taufik akan membentuk tim kajian, mengumpulkan data dan informasi, serta membuat rekomendasi.
Pada kesempatan itu, Taufik yang didampingi pengamat olahraga Broto Happy dan Wartawan Senior Bola Dede mengatakan, bersama dengan timnya Ia akan melakukan persiapan multievent Asian Games yang menitik beratkan pada bidikan target, yang akan bermuara pada atlet yang perlu dipantau secara kontinue.
“Kami siap membahas persiapan atlet disetiap rakor bersama kementrian terkait, bukan hanya pembangunan venue yang menelan biaya yang cukup fantastis,” tegas Taufik.
Selain berbicara tentang Aian Games, pria kelahiran Pengalengan, Bandung, Jawa Barat 10 Agustus 1981 itu juga menyinggung kepengurusan cabang olahraga yang masih kisruh dan mantan chef de mission kontingen Indonesia ke Sea Games 2015 Singapura, menjelaskan, untuk tidak merugikan atlet yang jadi korban.
“Saya akan memanggil atlet dari kubu yang dualisme, jika solusi itu tidak juga di laksanakan maka cabang tersebut tidak akan diberangkatkan ke berbagai even,” demikian Taufik Hidayat. (Herwan)




































